Ada Perubahan Pola, Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi

Dian Ihsan Siregar - 12 Agustus 2017 17:43 wib
Ketua BPS Suhariyanto (kedua dari kiri). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)
Ketua BPS Suhariyanto (kedua dari kiri). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) ‎menyatakan daya beli masyarakat masih tinggi. Namun, ada perubahan pola di mata masyarakat, yakni semakin cerdas dan efisien dalam melakukan sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan transaksi jual dan beli.

Perubahan pola konsumsi masyarakat,‎ terlihat dari pembelian atau belanja lewat e-commerce, masyarakat cermat menabung, dan mereka juga mengalihkan dari industri ke arah padat modal.

"Daya beli masyarakat masih kuat. Ini terbukti dari konsumsi rumah tanggah masih dominan dalam pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2017. ‎Konsumsi rumah tangga masih menyumbang 2,65 persen terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2017 yang tercatat 5,01 persen. Kategori restoran dan hotel tumbuh 5,87 persen sedangkan makanan dan minuman 5,24 persen lebih turun dikit dibanding kuartal II-2016," kata ‎Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, ditemui dalam acara Forum Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu 12 Agustus 2017.

Tak hanya itu, lanjut Kecuk, BPS pun mencatat angka pertumbuhan ekonomi dari dua sisi, yakni produksi dan pengeluaran. Sementara dari sisi produksi, seluruh sektor tumbuh positif, hanya saja industri dan pertanian mengalami perlambatan.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, ‎ada enam komponen yang sangat tergantung kepada pertumbuhan ekonomi, dua diantaranya konsumsi dan investasi. "Dua komponen itu berpengaruh besar bagi ekonomi di kuartal II-2017," tutur Kecuk.

Dia mengakui, ada beberapa catatan dari sisi pengeluaran, karena konsumsi pemerintah mengalami negatif. Hal itu terlihat dari realisasi anggaran pemerintah.

"Tapi konsumsi pemerintah ada beberapa komponen, pertama itu belanja pegawai (negatif) karena gaji ke-13 jatuhnya di Juni tahun lalu, tahun ini di Juli. Kedua, ada penurunan belanja barang. Belanja bantuan sosial naik. Itu yang menyebabkan belanja dari pemerintah turun," pungkas dia.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DAYA BELI MASYARAKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017