Pemprov DKI Bidik Kota Tua dan Kepulauan Seribu jadi Destinasi Wisata Syariah

Desi Angriani - 10 November 2017 18:49 wib
Ilustrasi kota tua Jakarta. (FOTO: MI/ARYA MANGGALA)
Ilustrasi kota tua Jakarta. (FOTO: MI/ARYA MANGGALA)

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membidik Kota Tua dan Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata syariah di Ibu Kota. Sebab dua tempat wisata unggulan ini masuk prioritas wisata halal di Indonesia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta masuk lima besar wisata halal dalam negeri sehingga pemilihan dua kota tersebut selaras dengan proyeksi Kementerian Pariwisata.

"Ini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata nasional. Dua di jakarta. Supaya ada keselarasan saja antara pemprov dan pemerintah pusat," kata Sandi ditemui Metrotvnews.com di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Namun konsep tersebut akan dibicarakan lebih lanjut oleh pemprov DKI. Sandi mengaku mendapat ide untuk menyatukan koridor Kota Tua dengan Pelabuhan Sunda Kelapa dan Masjid Luar Batang.

"Ada kisi-kisi dari wisata reliji, ada wisata sejarah, dan ada juga nanti mungkin dalam koridor itu kita masukkan kuliner-kuliner berbasis halal," imbuh dia.




Sandiaga menambahkan untuk Kepulauan Seribu saat ini sudah ada kampung-kampung nelayan yang menjadi daya tarik. Konsepnya nanti akan dibuat seperti Maladewa di mana menekankan interaksi budaya.

"Akan kita kembangkan juga olahraga air dan renang jarak jauh, bisa nanti kayak di Maldives," tutup dia.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke kota Jakarta melalui tiga pintu masuk Juli 2017 mencapai 285.733 kunjungan, mengalami peningkatan sebesar 76,02 persen dibandingkan kunjungan wisman Juni 2017 yang berjumlah 162.333 kunjungan.

Demikian pula, dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisman Juli 2017 mengalami peningkatan sebesar 28,63 persen.

Lima negara yang menjadi pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta untuk Juli 2017 ialah Arab Saudi sebanyak 35.852 kunjungan (12,55 persen), Tiongkok sebanyak 32.516 kunjungan
(11,38 persen), Malaysia sebanyak 22.149 kunjungan (7,75 persen), Jepang sebanyak 21.951 kunjunga  (7,68 persen), dan Singapura sebanyak 16.363 kunjungan (5,73 persen).

Secara total, kunjungan dari lima kebangsaan itu berjumlah 128.831 kunjungan, yang berarti mencapai 45,09 persen dari keseluruhan kunjungan ke kota Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kelima negara itu sangat penting peranannya karena menjadi pasar utama kepariwisataan asing kota Jakarta.


(AHL)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017