Pilih PPI Impor Beras, Mendag Hindari Anggapan Oplosan

Dian Ihsan Siregar - 12 Januari 2018 19:26 wib
Mendag Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Mendag Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) untuk mengimpor 500 ribu ton beras dari ‎Vietnam dan Thailand, dan bukan melalui Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Menteri Perdagangan (Mendag) ‎Enggartiasto Lukita mengklaim melalui PPI agar alokasi dan kualitas beras impor jelas. Tak hanya itu, ini dilakukan demi menghindari anggapan bahwa beras impor itu dioplos sebelum didistribusikan ke pasaran.

"Kenapa tidak Bulog? Supaya jelas. Nanti timbul lagi persoalan, kalau Bulog dioplos dan sebagainya," ungkap Enggar, ditemui di ‎Kantor Pusat Kemendag, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Pada saat ditunjuk mengimpor beras, PPI juga bisa menggandeng pengusaha beras untuk mendistribusikannya ke pasar. Dengan begitu, tidak ada potensi penimbunan beras.‎

"Dari situ kita masukkan di pasar langsung. Saya sudah sampaikan dan sekaligus laporkan," tegasnya.

"Untuk mengisi gap ini, saya tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan saya mengimpor beras khusus. Yang diimpor 500 ribu ton, mulai dari awal," kata dia.

Seperti diketahui ribuan ton beras khusus ini dipastikan masuk akhir Januari 2018, agar tidak mengganggu petani saat musim panen tiba di Februari 2018.

"Kita jual dengan harga medium kita tak ingin mengambil risiko dan ada pertentangan karena petani juga adalah konsumen membeli beras dan tidak boleh ada terjadi kekosongan pasokan," pungkas pria kelahiran Cirebon itu.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG IMPOR BERAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018