DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.062.067.101 (16 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Impor Beras untuk Efek Psikologis

- 14 Januari 2018 05:58 wib
Ilustrasi beras. Medcom/Mohammad Rizal
Ilustrasi beras. Medcom/Mohammad Rizal

Jakarta: Pendistribusian 500 ribu ton beras impor diprediksi tidak akan merugikan petani yang akan mulai panen raya.

Kebijakan impor beras sebanyak 500 ribu ton diperlukan untuk memberikan efek psikologis. Impor beras diharapkan bisa membuat para pedagang atau pengusaha beras mengucurkan stok beras yang masih tersimpan di gudang.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus menilai impor beras memang dibutuhkan karena cadangan beras Bulog saat ini sudah di bawah normal, yakni hanya sekitar 900 ribu ton. Sementara itu, stok beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta juga tercatat terus mengalami penurunan sejak Oktober tahun lalu.

Kondisi itu telah membuat harga beras medium di pasaran mencapai Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram (kg), di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp9.450 per kg untuk wilayah produsen beras.

"Bukti stok di pasar itu yang paling valid. Jadi, impor beras bisa dimaklumi untuk memberikan efek psikologis kepada yang menyimpan beras di gudang," ucap Firdaus kepada Media Indonesia ketika dihubungi, Sabtu, 13 Januari 2018.

Di samping itu, jumlah impor sebanyak 500 ribu ton dinilai tidak akan berdampak pada harga gabah di tingkat petani. Menurut dia, jumlah itu hanya mampu memenuhi kebutuhan selama dua pekan sehingga tidak memengaruhi harga di petani saat memasuki panen raya yang diperkirakan akan mulai Maret.

Meski demikian, Firdaus menekankan agar pemerintah komit membeli seluruh gabah petani saat panen raya. Impor yang dilakukan jangan sampai membuat produksi para petani justru diabaikan dan membuat petani merugi.

"Impor dibuka, tetapi pemerintah harus komit membeli seluruh gabah petani saat panen raya. Itu yang menjadi kekhawatiran petani kalau sudah ada impor. Pemerintah harus pastikan semua produksi terserap oleh Bulog," imbuh dia.

Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB, menyoroti, dibukanya keran impor beras sebagai pembuktian tidak akuratnya data produksi yang selama ini dirilis Kementerian Pertanian. Pemerintah mengklaim pasokan beras aman hingga surplus, tetapi harga di pasar terus merangkak naik.

Ia meragukan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian yang mencatat surplus beras selama 2017 mencapai 17,4 juta ton.

"Di mana barangnya? Bulog saja yang fasilitas penyimpanannya terbesar di Indonesia hanya mampu menampung 3 juta ton. Meskipun Kementan berkeras produksi surplus, yang jelas harga tidak akan pernah berbohong," ujar Dwi.

Cari penyuplai

Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Agus Andiyani optimistis penyaluran beras impor bisa dilakukan mulai akhir Januari. Saat ini pihaknya masih mencari penyuplai dari negara-negara eksportir.

Nantinya, pendistribusian beras impor akan dilakukan PPI dengan menggandeng mitra pengusaha beras, salah satunya PT Food Station Tjipinang Jaya untuk pendistribusian wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

"Paling 5-6 hari kerja perjalanannya. Kami optimistis akhir Januari mulai masuk dan didistribusikan ke seluruh pasar," ujar Agus.

Menurut Agus, pihaknya akan berupaya agar pendistribusian 500 ribu ton beras impor tidak akan merugikan petani yang akan panen raya. "Nanti cuma sampai panen. Kan harus seimbang, harga di petani tidak boleh jatuh dan masyarakat tidak boleh menikmati harga tinggi," imbuh Agus.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan izin impor beras akan diberikan kepada PPI hingga Maret 2018. Impor beras akan dilakukan dari empat negara, yakni Myanmar, Pakistan, Vietnam, dan Thailand.

"Pengajuan negaranya dari PT PPI. Kami berikan izin hanya sampai Maret karena menurut informasi, tidak berhimpitan dengan panen raya," pungkas Oke.  (Media Indonesia)


(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG IMPOR BERAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018