Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Pasar Tradisional Perlu Perluas Ekspor

- 13 Juni 2018 22:38 wib
Pasar Tradisional (ANT/Noveradika).
Pasar Tradisional (ANT/Noveradika).

Solo: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menjajaki pasar nontradisional untuk memperluas cakupan ekspor produk dari daerah itu.

"Memang ada beberapa kesulitan yang kami hadapi, meski demikian kami tetap berupaya menjajaki kemungkinan pasar baru tersebut," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah M Arif Sambodo di Solo dikutip dari Antara, Rabu, 13 Juni 2018. 

Ia mengatakan salah satu kesulitan yang dihadapi untuk membuka pasar ekspor baru yaitu produsen belum mengetahui peluang apa yang ada di negara tersebut dan barang seperti apa yang diminati oleh konsumennya.

"Ini kan terkait dengan selera. Kalau sekarang kami sedang jajaki pasar Suriname, kami dimudahkan dengan banyaknya warga keturunan Jawa yang hidup di negara tersebut. Paling tidak dari sisi selera konsumennya hampir sama," katanya.

Selain itu, dikatakannya, mengenai aturan kebijakan perdagangan luar negeri. Ia mengatakan jika bisnis tersebut sifatnya government to government (g to g) atau antarpemerintah maka kesulitan yang dihadapi relatif lebih mudah diselesaikan.

"Ada plus minusnya, kalau g to g lebih cepat. Pemerintah kan yang punya wilayah, jadi lebih cepat," tegas dia. 

Sedangkan jika ekspor tersebut bersifat bussines to bussines (b to b) atau antarpelaku bisnis maka kerja sama bisa lebih mudah match atau cocok.

"Kalau sudah cocok maka kami tinggal memfasilitasi, misalnya adanya kemudahan prosedur ekspor dan impor," katanya.

Ia berharap dengan terpetakannya kesulitan-kesulitan tersebut solusi dapat cepat diperoleh sehingga rencana pembukaan pasar baru nontradisional bisa cepat terealisasi. 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PASAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 14-08-2018