Percepat Pelaksanaan Berusaha, Pemerintah Bakal Terapkan Single Submission di 2018

Suci Sedya Utami - 13 September 2017 16:56 wib
Menko Perekonomian Darmin Nasution. MI/PANCA SYURKANI.
Menko Perekonomian Darmin Nasution. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvenws.com, Jakarta: Guna mendorong percepatan pelaksanaan berusaha, pemerintah bakal menerapkan kebijakan yang diberi nama single submission mulai awal 2018.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, hal tersebut  sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Dia bilang, saat ini memang pemerintah telah menerapkan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) yang dikoordinir Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), namun itu hanya untuk perizinan berusaha.

"Sementara untuk pelaksanaan usaha, kata dia masih banyak sekali yang harus diselesaikan," kata Darmin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Selama ini, dia bilang pemberi izin layaknya penguasa padahal harus menjadi pelayan. Pemberi izin harus melayani masyarakat dan dunia usaha. Pemberi izin bisa melayani bukan hanya di kantornya saja, tapi juga diinstansi lain.

Misalnya saja untuk usaha di bidang migas, selama ini untuk melaksanakan usaha, investor harus menunggu terlebih dahulu selama tiga hingga lima tahun. Menurut Darmin waktu tersebut terlalu lama dan dinilai akan tertinggal dari negara lain.

Dengan adanya single submission, maka perusahaan akan terintegrasi, yang mana pemohon atau pengusaha cukup datang ke satu gedung dan akan selesai semuanya karena telah terhubung secara online antar K/L.

"Kita sedang mulai prosesnya, yang namanya single submission itu baru akan mulai dilaksanakan awal tahun depan, awal 2018, tetapi Satgasnya sudah berjalan tahun ini," tutur dia.

Lebih lanjut, dia menambahkan dengan adanya single submission maka pemohon tak perlu menunggu izinnya keluar. Dengan hanya mereka mengetahui standar yang ingin dia penuhi, lalu ditandatangani, maka mereka bisa mulai kerjakan.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERIZINAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017