Kimia Farma Incar Tiga Perusahaan dari Arab Saudi & Asia Tenggara

Dian Ihsan Siregar - 13 September 2017 16:37 wib
Kimia Farma. MI/ADAM DWI.
Kimia Farma. MI/ADAM DWI.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berencana mengakuisisi tiga perusahaan. Salah satu perusahaan yang diakuisisi berada di Arab Saudi, dengan nama Dwaa Medical Limited Company (Dwaa). Akuisisi di tanah Arab, setidaknya perseroan menghabiskan dana di atas Rp100 miliar.

‎"Kalau akuisisi deal-nya tinggi, kita butuh pendanaan lagi. Kita butuh hampir mirip dengan yang ini, ya sekitar Rp1 triliun-Rp2 triliun. Akuisisi satu perusahaan sudah mau selesai. Akuisisi perusahaan yang kedua dan ketiga belum, karena belum dilligence. Ini dua lagi, baru proses due dilligence," ungkap Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir, ditemui di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Dua perusahaan yang sedang diincar, Honesti Basyir mengaku, salah satunya datang dari Asia Tenggara, bisa dari Brunei Darussalam, Myanmar, dan Malaysia.

"Kita dulu punya untuk yang di Timor Leste. Kalau yang mungkin Asia Tenggara, di sana kita buat trading distribution. Brunei dan Myanmar enggak punya pabriknya," papar Honesti.

Akuisisi perusahaan Dwaa di Arab, dia mengaku, ‎nantinya perusahaan memiliki porsi kepemilikan sebesar 60 persen saham saham, dan sisanya 40 persen saham Dwaa akan dimiliki pemegang saham sebelumnya. 

"Paling pasti kita ekspansi ke negara yang banyak orang-orang kita (Indonesia)," tegas Honesti.

Pada tahun ini, dana investasi perseroan mencapai Rp1,7 triliun. Dana itu juga dialokasikan untuk langkah akuisisi yang dilakukan perseroan. "Ekuitas sekitar 20-30 persen untuk dana investasi di tahun ini, sisanya 60-70 persen kita dapatkan dari perbankan maupun lainnya," sebut Honesti.

Setelah banyak menjalankan akuisisi perusahaan, ‎Kimia Farma berencana akan meningkatkan kontribusi bisnis anorganik hingga 30 persen di 2018 atau 2019, dari posisi yang ada saat ini masih 100 persen di bisnis organik.

‎"Kontribusi fully masih farmasi, Saya ingin tahun depan 5-10 persen dari anorganic, 90-95 persen dari organic. Idealnya 2018-2019, kita dapat 30 persen dari bisnis anorganic," pungkas Honesti yang pernah singgah menjadi Direktur Keuangan di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KIMIA FARMA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017