Alasan Pemerintah Menaikkan Tarif Tol

- 07 Desember 2017 14:52 wib
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol ruas Serpong-Pondok Aren, di Gerbang Tol Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol ruas Serpong-Pondok Aren, di Gerbang Tol Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. (Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal)

Jakarta: Per 8 Desember 2017 tarif tol akan naik serentak di 9 ruas tol di seluruh Indonesia. Penaikan tarif mulai dari Rp500 hingga Rp2.000 tergantung pada golongan kendaraan.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra mengatakan penaikan tarif tol dilakukan sebagai bagian dari keseimbangan. Hal ini berkaitan dengan kepastian yang diberikan pemerintah kepada badan usaha yang berinvestasi bahwa dalam asumsinya penaikan tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan inflasi.

"Ini juga dikaitkan dengan pelayanan yang diberikan. Jadi standar pelayanan badan usaha selama dua tahun terakhir itu harus terpenuhi. Dengan pemenuhan ini berarti Dia (badan usaha) berhak mendapatkan penaikan tarif," ungkap Herry, dalam Metro Siang, Kamis 7 Desember 2017.

Herry mengklaim, secara keseluruhan badan usaha telah melakukan upaya peningkatan pelayanan mulai dari menambah gerbang tol, mengubah metode pembayaran dari tunai menjadi non tunai, hingga rencana transaksi yang akan dilakukan menggunakan sensor.

Di samping itu, kata Herry, pemerintah juga melakukan upaya peningkatan seperti rekonstruksi dan pemeliharaan jalan untuk memastikan pengguna kendaraan nyaman ketika melintasi jalur tol.

"Sehingga pilihan menggunakan jalan tol sepenuhnya ada pada penggguna. Karena jalan tol itu sebagai alternatif tapi masyarakat juga diberikan informasi tentang kondisi di dalam seperti itu," katanya.

Herry mengatakan tidak semua ruas tol mengalami penaikan tarif. Perhitungannya sendiri menurut Herry mengacu pada laju inflasi daerah yang bersangkutan.

Tarif lama akan dikalikan dengan inflasi kemudian dibulatkan dengan pembulatan 500 terdekat. Ketika hasil pembulatannya sedikit maka tarif tidak akan naik. Selain inflasi, kualitas pelayanan juga menjadi prasayarat penyesuaian tarif.

"Standar pelayanan minimunnya harus dipenuhi dulu baru Kita usulkan untuk penyesuaian tarif. Jadi harus seimbang pengguna Kita jaga kepentingannya dengan pelayanan yang baik, badan usaha juga Kita jaga kepentingannya dengan memberikan kepastian pada saat kewajibannya telah dipenuhi," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TARIF TOL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017