DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dewan HAM PBB Apresiasi Kelompok Wanita Tani Indonesia

Ade Hapsari Lestarini - 13 April 2018 19:52 wib
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (berjaket hitam). (FOTO: Dokumentasi BKP Kementan)
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (berjaket hitam). (FOTO: Dokumentasi BKP Kementan)

Jakarta: Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mendampingi kunjungan Special Reporter (SR) Dewan HAM PBB Hilal Ever ke Palembang, Sumatera Selatan. Kedatangan Hilal untuk mendorong upaya pemantapan dan pemenuhan hak atas pangan di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Selain itu Hilal juga mengidentifikasi hambatan pemenuhan hak atas pangan, untuk memberi rekomendasi mengenai upaya progresif pemenuhan hak atas pangan, serta isu mengarusutamakan perspektif gender yang bekerja sama dengan seluruh negara dan pemangku kepentingan lainnya.

"Rangkaian kegiatan ini dilakukan pada Rabu dan Kamis (11-12 April), di mana pada hari kedua dilakukan kunjungan ke lokasi panen padi lahan pasang surut di Desa Mulyiasari dan Desa Banyu Urip, Kecamatan Tanjunglago, Kabupaten Banyuasin," kata Agung dalam siaran persnya, Jumat, 13 April 2018.

Lahan pasang surut seluas 1.310 hektare (ha) yang dikelola Gapoktan Diyaning Hurip telah mengalami peningkatan penghasilan petani yang dahulunya Rp1,5 juta-Rp2 juta per ha dengan produktivitas hanya empat ton per ha. Namun dengan adanya bantuan pemerintah pada 2013, maka penghasilan bersih telah mencapai Rp20 juta hingga Rp50 juta dengan produktivitas tidak kurang dari 6-8 ton per ha.

Selanjutnya kunjungan dilakukan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memiliki usaha olahan pangan seperti keripik pisang, ubi kayu, ubi jalar, dan tempe. Selain itu ada juga yang  mengelola industri pangan rumahan, toko, simpan pinjam, peternakan dan RMU.

Hilal mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan KWT, karena menunjukkan partisipasi wanita dalam kegiatan pertanian dan industri rumah tangga dalam mendorong usaha ekonomi rumah tangga.

"Produk keripik pisang dan keripik ubi dari Kelompok Wanita Tani (KWT Mandiri) sangat bagus," puji Hilal.

Sementara itu Agung menambahkan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani ini sangat penting dalam membangun ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan.

"Para wanita yang tergabung dalam KWT ini berperan penting dalam membangun ketahanan pangan keluarga, karena mereka inilah yang menyediakan pangan berkualitas bagi keluarganya," kata Agung.

Dengan jumlah anggota sebanyak 1.100 orang, KWT Mandiri yang telah berdiri sejak 2009 ini telah memiliki aset senilai Rp8 miliar dengan omzet Rp400 juta-Rp500 juta per bulan.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018