Registrasi Kartu Prabayar Ciptakan Persaingan Industri yang Sehat

Ade Hapsari Lestarini - 12 Oktober 2017 11:11 wib
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyambut positif langkah pemerintah untuk menerapkan registrasi prabayar. Menurutnya registrasi prabayar mutlak diberlakukan di Indonesia. Terlebih lagi banyak nomor prabayar yang sering disalahgunakan oleh oknum masyarakat untuk menjalankan tindak kriminal dan terorisme.

YLKI pun berharap agar pemerintah dapat konsisten menjalankan registrasi prabayar ini. Sebab peraturan mengenai registrasi prabayar bukanlah aturan yang baru.

"Registrasi prabayar di negara lain sudah diberlakukan sejak lama dan berjalan dengan baik. Saya berharap operator dan pemerintah dapat menjamin keamanan data pelanggan telepon selular. Sehingga penggunaannya dapat diawasi secara ketat. Jangan sampai data pelanggan disalahgunakan," jelas Tulus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 12 Oktober 2017.

Baca: Kominfo Wajibkan Registrasi Kartu Prabayar Pakai NIK

Tulus berharap, tersambungnya nomor selular dengan data di Dukcapil, bisa dijadikan salah satu instrumen pengendalian penyalahgunaan nomor prabayar yang selama ini kerap digunakan sebagai alat kriminalitas.

Sekretaris Jenderal Pusat Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB Ridwan Effendi menambahkan, hal ini bisa menciptakan industri telekomunikasi menjadi lebih positif dan kompetisi yang lebih sehat di masa mendatang.

Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan aturan agar seluruh pelanggan prabayar melakukan registrasi ulang kartu telponnya. Dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017, pada 31 Oktober 2017 seluruh pelanggan telpon selular -baik pelanggan lama maupun baru- wajib mendaftarkan nomor yang dimiliki.

Baca: Baru atau Lama, Pengguna Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang, Caranya?

Registrasi ini nantinya akan dihubungkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK). Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan aturan registrasi kali ini merupakan penyempurnaan aturan yang telah dibuat Kominfo pada 2005 lalu.

Adapun tujuan dari aturan ini adalah untuk meminimalisir penyalahgunaan nomor pelanggan prabayar yang selama ini banyak dipergunakan untuk penipuan dan penyebaran konten negatif atau hate speech.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TELEKOMUNIKASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017