Maret 2018, Ekspor Besi dan Baja Indonesia ke AS Capai USD35 Juta

Eko Nordiansyah - 16 April 2018 14:18 wib
Pipa Baja. Ant/Asep Fathulrahman.
Pipa Baja. Ant/Asep Fathulrahman.

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan ekspor besi dan baja Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Pada Maret 2018, ekspor besi dan baja Indonesia ke AS meningkat signifikan dari USD2,13 juta menjadi USD35 juta.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, AS memang mengenakan bea masuk yang lebih tinggi terhadap produk baja dan aluminium asal Tiongkok. Namun menurut dia, terlalu cepat menyimpulkan bahwa kenaikan daripada ekspor besi dan baja disebabkan oleh perang dagang AS dan Tiongkok.

"Perang dagang berpengaruh atau tidak, mungkin jawaban saya ada yang berpengaruh dan ada yang tidak. Tapi kesimpulannya terlalu cepat kalau sekarang," kata dia di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Dirinya menambahkan, ekspor Indonesia ke AS juga mengalami kenaikan signifikan hingga USD303,8 juta menjadi USD1,66 miliar. Selama periode Januari sampai dengan Maret 2018, ekspor Indonesia ke AS mencapai USD4,43 miliar atau 11 persen dari total ekspor nasional.

"Ekspor ke Amerika Serikat pada Februari itu USD1,37 miliar, kemudian pada Maret 2018 meningkat 21,2 persen menjadi USD1,66 miliar. Komoditasnya yaitu alas kaki naik 46,07 persen, kemungkinan ada kaitan dengan winter. Kedua, barang rajutan naik 26,29 persen, dan besi dan baja tadi," jelas dia.

Meski begitu, perang dagang juga dihadapi oleh produk minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia. Hal ini menyebabkan penurunan ekspor produk CPO ke sejumlah negara seperti India, Pakistan dan Bangladesh.

"India menerapkan bea masuk, meskipun pemerintah sedang berupaya negosiasi tapi turun 22,95 persen, liquid fraction oil turun juga. Pakistan dan bangladesh juga turun. Tentunya kita berharap itu tidak terjadi panjang lebar, tapi kalau untuk CPO memang perlu banyak upaya karena porsi ekspor kita besar," pungkasnya.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BPS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-04-2018