DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mengintip S-70 Black Hawk di Indonesia

Ilham wibowo - 08 November 2018 16:48 wib
Helikopter S-70 Black Hawk. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Helikopter S-70 Black Hawk. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Lockheed Martin, produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS), turut serta dalam acara Indo Defence 2018 Expo and Forum di Jakarta International Expo. Produk anyar seperti helikopter S-70 Black Hawk dipamerkan terutama dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan.

Regional Executive Asia Lockheed Martin Christopher Nurit mengatakan kehadiran produk helikopter militer produksi anak perusahaan, Sikorsky Aircraft, ini sekaligus merayakan hari jadi yang ke-40 sejak produk dikembangkan pada 1970. Helikopter S-70 Black Hawk ini masuk katagori transportasi menengah serbaguna dan bisa diandalkan dalam operasi militer hingga penyelamatan di berbagai negara.

"Pesawat ini telah berjuang di zona tempur yang tak terhitung jumlahnya, menyelamatkan nyawa sebagai pesawat alat evakuasi korban atau medevac dan menjadi alat pemadam kebakaran udara dan patroli perbatasan," ujar Nurit dalam dalam paparannya, di Teater 1, Hall B1, JIExpo, Jakarta, Kamis, 8 November 2018.

Menurut dia, helikopter yang dikembangkan oleh militer Angkatan Darat AS ini punya teknologi mutakhir dengan menggabungkan sistem digital dalam mengoperasikannya. Hingga sekarang helikopter yang bisa mengakut dua kru 11 penumpang, hingga senjata kelas berat ini telah digunakan di 27 negara.

"Lebih dari 3.000 helikopter Black Hawk sedang beroperasi hari ini. Armada ini telah menerbangkan lebih dari 10 juta jam terbang di berbagai kondisi," ujarnya.

Dalam pameran militer tahunan ini, Lockheed Martin juga membawa pesawat angkut militer generasi terbaru yakni Hercules C-130J. Director International Business Development C-130
Rich Johnston mengatakan Indonesia menjadi pasar yang strategis lantaran telah sejak lama mengoperasikan produk buatannya.

"Mulai dari mendukung misi kemanusiaan hingga digunakan untuk kegiatan perdamaian wilayah, C-130J tetap menjadi pesawat angkut paling relevan di dunia. Angakatan Udara Indonesia telah mengoperasikan pengguna armada C-130 yang merupakan pesawat militer dengan utilisasi tertinggi di Asia," ungkapnya.

Produk pesawat tempur F-16 Block 70/72 juga turut ditampilkan. Versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi oleh Lockheed Martin. Dengan memanfaatkan teknologi Generasi Kelima Lockheed Martin yang kemudian dikembangkan pada program F-22 dan F-35 Lockheed Martin.

"F-16 adalah pesawat tempur terkemuka di dunia dengan lebih dari 4.500 unit yang telah diproduksi dan dikirimkan ke 28 pelanggan di seluruh dunia," tandasnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AMERIKA SERIKAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018