Besok BI Dengar Keluhan Pengusaha Ritel

Desi Angriani - 13 September 2017 18:43 wib
Illustrasi. MI/Rommy Pujianto.
Illustrasi. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengusaha ritel Indonesia mengeluhkan minimnya sosialisasi larangan gesek ganda atau double swipe dalam transaksi nontunai. Sosialisasi yang tak akurat malah membuat bisnis ritel semakin lesu lantaran konsumen takut berbelanja menggunakan kartu debit atau kredit. 

Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) berencana memanggil seluruh perbankan dan asosiasi pengusaha ritel yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Pertemuan akan digelar di Gedung Bank Indonesia pada Kamis 14 September. 

"Besok dengan asosiasi dan perbankan kita agendakan pertemuan," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni V Panggabean di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Eni mengungkapkan, pertemuan tersebut tak cuma menyosialisasikan aturan penghentian double swipe tapi juga  mendengarkan keluhan dari pengusaha ritel. BI juga akan mencarikan solusi atas lamanya waktu antre di toko lantaran kasir harus mengetik secara manual.

baca : Aprindo: Antrean jadi Lebih Lama Tanpa Double Swipe

"Ya kita dengarkan keluhannya besok. kan kita terus saja sosialisasi ya pihak perbankan acquire semua kita sosialisasi," tutup dia.

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menemukan sejumlah kerugian setelah Bank Indonesia mengumumkan larangan gesek ganda atau double swipe kartu kredit dan debit dalam transaksi nontunai di semua merchant yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, kerugian muncul karena sosialisasi terkait aturan tersebut belum merata di seluruh ritel moderen di Indonesia. Banyak konsumen yang akhirnya membatalkan transaksi karena mendapati kasir masih melakukan double swipe.

"Beberapa transaksi batal dilakukan di toko ritel di daerah karena ada yang baru menyesuaikan dan belum tersosialisasi dengan larangan gesek ganda," katanya di Cafe Trattoria, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Selain membatalkan transaksi, Aprindo juga menerima laporan ada  konsumen yang mengurungkan niatnya masuk ke toko setelah larangan gesek ganda viral di sosial media. 

Menurutnya larangan ini telah membuat masyarakat menjadi multitafsir dan menilai semua ritel moderen melakukan double swipe. Padahal kata Roy, ada 95 ribu ritel moderen di Indonesia sementara pihaknya hanya bisa bertanggung jawab terhadap 35 ribu ritel moderen yang tergabung di bawah Aprindo. 



 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENGGESEKAN GANDA KARTU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017