Melirik Prospek Investasi Apartemen

Tri Kurniawan - 13 Oktober 2017 09:17 wib
Salah satu pemicu kenaikan harga properti ialah pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut. Ilustrasi: Shutterstock
Salah satu pemicu kenaikan harga properti ialah pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut. Ilustrasi: Shutterstock

Metrotvnews.com, Jakarta: Investasi properti, terutama apartemen, diprediksi punya masa depan cerah hingga beberapa tahun ke depan. Pembangunan infrastruktur di Jakarta yang terus digenjot pemerintah berdampak positif terhadap sektor ini.
 
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata menjelaskan, berbagai proyek infrastruktur dari pemerintah banyak yang memasuki tahun penyelesaian dalam dua tahun ke depan. Hal ini akan berdampak positif terhadap industri properti serta perekonomian nasional yang diprediksi akan terus tumbuh.
 
Menurutnya, ketika pembangunan infrastruktur selesai, dibutuhkan sektor pendukung seperti properti. Untuk itu, REI mencoba mengajak para pengembang agar menciptakan sektor pendukung ekonomi.

"Jadi target kita adalah memberikan dampak psikologis pada masyarakat bahwa properti adalah sektor yang saat ini perlu dijadikan investasi. Atau kalau membutuhkan rumah, saat ini waktunya untuk membeli," kata Soelaeman, Kamis 14 September 2017.
 
Respons positif untuk pasar apartemen pada tahun ini sudah dilihat Savills Indonesia sejak 2016. Dasarnya adalah pembangunan infrastruktur, kebijakan pemerintah yang probisnis, dan ekspektasi tinggi dari program pengampunan pajak.
 
"Pasar properti khususnya apartemen akan memasuki era siklus baru pada 2017, tumbuh secara gradual dan kembali menjadi ladang investasi yang prospektif," ucap Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus.


Kawasan Green Pramuka City.Foto: MI/Sugeng

Faktor ekonomi makro seperti target pertumbuhan ekonomi di atas lima persen juga dinilai ikut menggairahkan sektor properti.
 
Anton mengingatkan agar masyarakat tidak menunda membeli apartemen. Dia mengatakan, kenaikan atau turunnya harga properti bisa diprediksi setiap tahun, tetapi di Indonesia belum ada sejarah harga properti anjlok untuk jangka waktu lama.

Salah satu pemicu kenaikan harga properti ialah pembangunan infrastruktur transportasi publik yang terintegrasi di kawasan tersebut.

"Properti-properti di sekitar atau dekat dengan mass rapid transit (MRT) atau light rail transit (LRT) punya potensi mengalami pertumbuhan harga yang luar biasa ke depannya. Kenaikan harga tanah dan properti rata-rata bisa 15-20 persen per tahun dalam jangka panjang," kata Anton.
 
Bagi Anda yang sudah memiliki apartemen, Marketing Manager Lamudi Indonesia Christiana Joan menyarankan, “Daripada diam dan menunggu kenaikan nilai investasi, ada baiknya menyewakan apartemen supaya mendapat keuntungan yang lebih tinggi.”
 
PT Duta Paramindo Sejahtera, pengembang apartemen Green Pramuka City, sangat merasakan dampak dari konsistensi pemerintah membangun infrastruktur yang mengintegrasikan kawasan hunian dan bisnis. Selain itu, ada banyak pemangkasan izin dan birokrasi.
 
PT Duta Paramindo Sejahtera terus konsentrasi menyelesaikan seluruh tower Apartemen Green Pramuka pada lahan seluas 12,9 hektare. Di kawasan ini akan dibangun 17 tower dengan total unit sekitar 17 ribu. Green Pramuka City juga berencana meluncurkan tower berikutnya pada 2018. Konsep dan desain akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan mengikuti tren properti.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PROPERTI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
MOST COMMENTED
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017