DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

EPOA Tolak Diskriminasi Sawit Indonesia di Uni Eropa

Kautsar Widya Prabowo - 13 Februari 2018 19:27 wib
kelapa sawit (Ant/Sahrul Manda Tikupadang).
kelapa sawit (Ant/Sahrul Manda Tikupadang).

Jakarta: Aliansi Asosiasi Industri Eropa yang tergabung dalam EPOA (European Palm Oil Alliance) bersedia membela minyak sawit Indonesia terkait pelarangan penggunaan sawit dan bahan bakar nabati oleh Uni Eropa. 

"Kami adalah kawan Anda di Eropa. Kawan yang sesungguhnya adalah kawan yang saling membutuhkan," kata Ketua EPOA Frans Claassen dalam pertemuan pengusaha kelapa sawit Indonesia di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018. 

Menurut Frans, sektor kelapa sawit Indonesia sudah berkelanjutan dan mendukung pencapaian tujuh kriteria Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain pengentasan kemiskinan, menjamin kehidupan yang sehat, menjamin akses energi yang terjangkau, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Karena kami berkomitmen untuk mencapai 100 persen sawit yang masuk ke Uni Eropa adalah sawit yang berkelanjutan," kata Frans.

Ketua Komisi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) Aziz Hidayat mengatakan keberadaan EPOA sangat membantu kampanye positif minyak sawit di Eropa. EPOA juga memberikan informasi objektif terkait pengembangan sertikasi ISPO.

"Kami senang karena EPOA adalah mitra yang tepat untuk menjelaskan fakta objektif tentang perkembangan isu keberlanjutan minyak sawit di Indonesia dalam rangka memenuhi Amsterdam Declaration fully implemented pada 2020," kata Aziz.

Sebelumnya, April 2017 Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang penggunaan sawit dalam bahan bakar nabati (biofuel) pada 2021 dengan dalih, lagi-lagi keberlanjutan (sustainability). Pelarangan tersebut dapat berdampak pada pengurangan lapangan kerja, kurang lebih 20 juta orang menggantukan hidupnya pada sawit. Padahal sawit menjadi penyumbang raihan devisa nomor satu Indonesia dengan nilai USD22,9 miliar pada tahun lalu.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELAPA SAWIT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018