Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Mendag Tegaskan Impor Beras tak Pakai Dana APBN

Dian Ihsan Siregar - 12 Januari 2018 16:46 wib
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengimpor beras khusus. Beras tersebut rencananya dijual di dalam negeri dengan harga setara beras medium.

‎Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan impor beras akan dilakukan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI/Persero). Dana impor beras sudah dialokasikan PPI dan bukan dari APBN.

"Itu pasti (tidak dari APBN). PPI itu menjadi pintu, sehingga kita bisa mengatur. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras.‎ Beras harus dijual (dengan harga) medium. Kalau rugi dikit nanti kita kasih ke yang lain," kata Enggartiasto, ditemui di Kantor Pusat Kemendag, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Dia mengatakan PPI akan mengimpor sebanyak 500 ribu ton beras. Beras rencananya masuk di akhir Januari 2018.‎

"Untuk mengisi gap ini, saya tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan saya mengimpor beras khusus. Yang diimpor 500 ribu ton, mulai dari awal," kata dia.

Enggar mengatakan beras ini akan dipasok dari dua negara yakni, Thailand dan Vietnam. Tapi, dia memastikan beras impor bukan jenis yang sudah mampu diproduksi di Indonesia.

"Dari berbagai negara yang ada. Dari Vietnam, Thailand, kita masukkan.‎ Beras yang tidak ditanam di dalam negeri. ‎Beras IR64 tidak kami impor, tetapi kami memasok beras impor," tutur politisi dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Enggar melanjutkan, penetapan masuknya ribuan ton beras khusus ini pada akhir Januari 2018 agar tidak mengganggu petani saat musim panen tiba di Februari 2018.

"Kita jual dengan harga medium. Kita tak ingin mengambil risiko dan ada pertentangan karena petani juga adalah konsumen membeli beras dan tidak boleh ada terjadi kekosongan pasokan," pungkas dia.‎

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga rata-rata beras kualitas medium pada Minggu, 7 Januari 2018, sebesar Rp11.041 per kg. Sementara pada Senin, 8 Januari 2018, mengalami kenaikan menjadi Rp11.131 per kg.

Sedangkan berdasar data dari Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), dalam satu pekan terakhir harga beras jenis IR-64 II berkisar dari Rp11.100 sampai Rp11.675 per kg. Sedangkan untuk jenis IR-64 III berkisar dari Rp7.800 sampai Rp8.800 per kg.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENTERIAN PERDAGANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018