LPS Ramal Kredit Perbankan 2017 Sulit Tumbuh Double Digit

Desi Angriani - 14 September 2017 18:04 wib
Gedung LPS. MI/Rommy Pujianto.
Gedung LPS. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan kredit perbankan hingga akhir 2017 sulit tumbuh double digit. Pasalnya realisasi pertumbuhan kredit hingga Juni baru sebesar 7,75 persen secara tahunan atau year on year.

"Memang agak susah kredit tumbuh dua digit di akhir 2017 ini," kata Direktur Eksekutif Pejaminan dan Manajemen LPS Didik Mardiono dalam jumpa pers di Kantor LPS, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

Didik mengungkapkan, lambatnya pertumbuhan kredit tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit di semester pertama tahun ini. Sementara pada periode sama tahun lalu pertumbuhan kredit selalu lebih tinggi dibandingkan DPK. 



Meski demikian Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan kondisi industri perbankan masih sehat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) di 23 persen dan NPL di bawah 3 persen. 

"Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen tahun ini akan menjadi support bagi perbankan nasional. Kami perkirakan pertumbuhan kredit tahun ini di kisaran 9 persen," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah optimistis target penyaluran kredit  sebesar Rp483 triliun atau tumbuh 13 persen pada 2018 dapat terwujud jika pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil dan inflasi terjaga.

"Kami berharap bank-bank bersiap. Mereka juga sampai sekarang relatif menaruh uang di Bank Indonesia. Sehingga bila kondisi ekonomi membaik, confidence dari dunia usaha membaik daya beli juga naik saya rasa permintaan kredit akan naik, sejalan dengan perkiraan BI," ujar Halim.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KREDIT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017