Lonjakan Impor Semakin Mengancam Industri Nasional

Batur Parisi - 13 September 2017 15:39 wib
 Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Kadin Provinsi Banten, menggelar Sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (safeguard) . MTVN/Batur Parisi.
Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Kadin Provinsi Banten, menggelar Sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (safeguard) . MTVN/Batur Parisi.

Metrotvnews.com, Serang: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Kadin Provinsi Banten, menggelar Sosialisasi Tindakan Pengamanan Perdagangan (safeguard) dengan tema "Pemulihan Kerugian Industri dalam negeri akibat lonjakan jumlah barang impor melalui instrumen safeguard".

Ketua KPPI Pusat Mardjoko menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyosialisasikan tentang kebijakan safeguard.  Hal ini menjadi penting, karena ini menjadi instrumen untuk melindungi industri dalam negeri dari serangan Impor.

Menurut Mardjoko, industri yang mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian industri dalam negeri berhak mengajukan permohonan safeguard.

"Namun, untuk menerapkan safeguard, tetap harus ada aturan yang ketat. Kita ukur benar tingkat kerugian industri dalam negeri. Parameternya harus jelas, ada penjualan, laba, stok, dan sebagainya," katanya, di Hotel Le-Dian, Kota Serang, Banten, Rabu 13 September 2017.

Ia menambahkan, lonjakan impor yang paling banyak terdapat di industri pertambangan. Bahkan fenomena yang terjadi di Banten adalah adanya lonjakan impor pada industri baja.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hubungan Perindustrian, Kamar Dagang Industri (Kadin) Banten, Dadan Suryana menambahkan bahwa Kadin mendukung adanya forum ini, karena bisa menjadi sarana berbagi bagi para pelaku industri. 

"Ini berkaitan dengan lonjakan impor yang bisa mengganggu industri lokal," pungkas dia.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERINDUSTRIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017