Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Intip Tiga Hal Ini Jika Ingin jadi Pebisnis Online

- 15 April 2018 08:03 wib
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Rizal).
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Rizal).

JIKA ingin memenangkan sebuah kondisi tentunya Anda perlu strategi yang matang. Begitu juga dengan memenangkan persaingan bisnis e-commerce di Indonesia. Seiring banyaknya perusahaan e-commerce raksasa yang memasuki pasar online Asia Tenggara, kini pertimbangan untuk meluncurkan sebuah produk ke ranah online bukan sekadar berdasarkan definisi brand dan keunggulan kompetitifnya.

Kunci utama yang harus Anda perhatikan adalah menguasai pengetahuan lokal tentang bisnis online. Walaupun perusahaan e-commerce raksasa telah banyak bermunculan, tapi Anda masih punya kesempatan di pasar niche (pemilihan segmen pasar untuk item sejenis). Sebuah ruang di mana Anda bisa berpikir kreatif untuk memecahkan masalah atau menangkap kesempatan yang masih belum dimanfaatkan oleh para pemain e-commerce lainnya.

Namun, perlu diketahui bahwa setiap bisnis online berbasis niche punya tantangan yang berbeda-beda. Berikut adalah tiga hal yang dapat menggambarkan kondisi bisnis online di Indonesia.

Pertama, pemain lokal mendominasi pasar niche. Area niche di Indonesia lebih banyak dihuni oleh pemain lokal. Tidak hanya pebisnis dengan situs e-commere pribadi, UKM pun mulai diberdayakan untuk memasuki pasar online. Kompetisi bisnis niche di Indonesia masih tidak terlalu ketat.

Pemain asing biasanya lebih memilih merebut konsumen dari situs-situs e-commerce global seperti Lazada, e-Bay, Alibaba, Elevania, dan Mataharimall. Keunggulan pasar niche di Indonesia terletak pada kedekatan mereka terhadap tren dan perilaku masyarakat lokal. Oleh karena itu, kondisi pasar online di Indonesia sangat menunjang teknik marketing yang mengedepankan prefrensi budaya dan kebutuhan pelanggan.

Kedua, layanan omni channel. Tokopedia, Bukalapak, maupun situs marketplace lainnya yang serupa bisa dibilang sebagai salah model e-commerce paling populer di Indonesia saat ini. Model seperti ini sedang digemari karena banyaknya UKM yang ingin mencicipi pengalaman berbisnis online, namun takut mengeluarkan modal besar dan tak ingin mengambil risiko kerugian besar.

Tapi, dengan semakin berkembangnya sebuah brand, maka biasanya para pebisnis akan mulai beranjak dan membuka channel online pribadi. Gunanya untuk dapat menjangkau pelanggan secara langsung. Namun, seiring dengan semakin banyaknya customer yang menuntut kenyamanan dalam berbelanja di mana saja dan kapan saja. Maka, hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi para pebisnis untuk melengkapi situs e-commerce mereka dengan layanan omni-channel.

Ketiga, media pembayaran dan jasa pengiriman yang variatif. Bedasarkan riset dari Codapay.com, penetrasi layanan kartu kredit di Indonesia hanya mencapai 1,4 persen. Masih banyak penduduk Indonesia yang bahkan tidak memiliki rekening bank. Fakta berikut merupakan salah satu hambatan terbesar untuk pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Melihat hal ini, timbul respons baik dari perusahaan telekomunikasi di Indonesia, yang mana mereka meluncurkan metode pembayaran e-wallet. E-wallet merupakan payment gateway yang fleksibel. Selain dapat ditransfer via rekening bank, dengan e-wallet pembayaran secara offline dapat dilakukan melalui media minimarket.

Tidak hanya sistem pembayaran, mulanya infrastruktur yang masih belum cukup memadai sempat menjadi hambatan bagi pasar e-commerce di Indonesia. Solusi lain datang dari aplikasi jasa transportasi online. Contohnya, Go-Jek yang tidak hanya berhasil mengantarkan penumpang sampai ke tujuan, tapi Go-Jek turut melebarkan sayapnya dan membantu pasar e-commerce dengan menawarkan jasa kurir antar barang.

Melalui sistem tersebut, Go-Jek dapat menyediakan sistem pengiriman kilat dengan sistem pelacakan resi dan harga yang terjangkau. Selain itu, masih banyak juga jasa pengiriman lain yang bermunculan, mulai dari yang kecil hingga yang raksasa. Potensi ranah jasa antar barang menjadi kian ramai seiring dengan pertumbuhan pasar online di Indonesia.

Mau lebih kaya dengan sederhana, tiga cara ini bisa diwujudkan dengan kerja keras, buat Anda yang mau memiliki banyak uang. Tapi jika pengeluaran uang lebih besar dibandingkan hasil dari kerja keras yang Anda lakukan untuk mendapatkan uang, justru akan terlihat sulit untuk bisa membuat Anda menjadi kaya.

Download e-book terbaru dari Tung Desem Waringin "61 Rahasia Menjadi Kaya". Klik di Sini untuk Download.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS KEUANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018