KKP Bisa Pantau Pencuri Ikan dari Global Fishing Watch

Nur Azizah - 18 Juli 2017 20:20 wib
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama organisasi nonprofit SkyTruth mengeluarkan aplikasi Global Fishing Watch. Aplikasi ini berguna untuk memantau aktivitas perikanan di seluruh perairan dunia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, Global Fishing Watch bisa memantau kapal-kapal Indonesia dengan menggunakan Vessel Monitoring System (VSM) yang dipasang tiap-tiap kapal. Dengan begitu, KKP dapat mengetahui aktivitas perikanan di perairan Indonesia secara real time.

Aplikasi ini dapat diakses semua orang. Masyarakat bisa ikut melaporkan bila terjadi pencurian ikan yang dilakukan kapal ilegal.

"Jadi, orang-orang bisa kasih tahu kalau ada penjahat. Kita transparan. Jangan kaya dulu lagi. Puluhan ribu orang nyolong saja enggak ada yang tahu," kata Susi di kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juli 2017.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan, selama ini banyak kapal yang tidak terdeteksi saat melakukan transaksi di luar negeri. Mereka mengambil ikan di perairan Indonesia dan menjualnya di luar negeri.

"Kalau ada aplikasi ini ketahuan mana kapal yang kembali ke pelabuhan pangakalan mana yang tidak. Kami imbau agar mereka kembali ke pelabuhan pangkalan karena ini hasil dari produksi negeri," ujarnya.

Dengan begitu, hasil tangkapan kapal-kapal di Indonesia dan ekonomi sektor perikanan akan naik. "Maka pajak kita juga bisa naik. Ini saling terhubung," imbuh dia.

Sebelumnya, banyak pihak yang memprotes kerjasama ini. Susi dianggap membocorkan rahasia negara kepada perusahaan luar negeri.

Bos dari Susi Air ini memastikan publikasi data pemantauan kapal perikanan melalui Global Fishing Watch bukan untuk membocorkan rahasia negara. Melainkan agar publik langsung mengawasi praktik illegal fishing.

Terlepas dari itu, Susi cukup puas dengan prestasi yang diperoleh KKP. Setidaknya nilai tukar nelayan naik menjadi 7 persen dan nilai tukar usaha perikanan juga meningkat 20 persen. Impor ikan menurun signifikan hingga 70 persen. Begitu pula dengan stok ikan, meningkat dari 6,5 juta ton pada 2013 menjadi 12,51 juta ton pada 2016.

 


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ILEGAL FISHING
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-02-2018