Tak Tambah Outlet, Pegadaian Fokus Tingkatkan Keagenan

Eko Nordiansyah - 13 Februari 2018 20:29 wib
Pegadaian. ANT/Yudhi Mahatma).
Pegadaian. ANT/Yudhi Mahatma).

Jakarta: PT Pegadaian (Persero) mengaku tidak akan menambah jumlah outlet untuk tahun ini demi mengutamakan digitalisasi yang sedang dikembangkan oleh perusahaan. Sebagai gantinya, perusahaan akan meningkatkan jumlah keagenan yang ada mulai dari agen pemasaran, agen pembayaran, hingga agen gadai.

Kepala Humas Pegadaian Basuki Tri Andayani mengatakan, keagenan tersebut bisa diakses melalui aplikasi yang dimiliki oleh Pegadaian. Namun ketiga jenis agen tersebut memiliki kriteria yang berbeda-beda serta keuntungan yang didapatkan juga akan berbeda.

"Masing-masing (agen) ada kriterianya. Misal agen pemasaran itu hanya jadi referral (rekomendasi). Nanti misal kalau saya menjadi agen referral merekomendasikan orang, nanti saya dapat poin, poin itu yang dikumpulkan lalu bisa ditukar hadiah," ujarnya saat berbincang dengan Medcom.id di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Sementara agen pembayaran hanya menyediakan tempat bagi nasabah Pegadaian yang ingin melakukan transaksi multipayment lewat Pegadaian. Kentungan dari agen pembayaran ini adalah adanya keuntungan (fee) dari jumlah payment yang dibayarkan.

Sedangkan agen gadai menyasar mereka yang telah memiliki toko untuk jual-beli elektronik seperti laptop atau ponsel, bisa juga dealer sepada motor atau mobil. Namun agen gadai masih dalam tahap pilot project, sehingga diharapkan ke depannya bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Misal saya punya toko handphone tapi orang kan biasanya sayang kalau jual HP makanya digadaikan. Nanti saya dapat dana dari Pegadaian, tapi tetap harus menyipan deposit ke Pegadaian dulu. Dealer motor second, saya bisa jadi agen gadai untuk motor," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pengembangan digitalisasinya juga dilakukan untuk memudahkan layanan kepada nasabah yang akan menggadaikan barangnya. Dengan kemudahan ini maka nasabah bisa mengetahui perkiraan nilai barang yang digadaikan sebelum diverifikasi lagi.

"Kalau awalnya harus dibawa barangnya kemudian ditaksir tapi ternyata enggak bisa. Sekarang bisa gadai online kirim foto dulu kira-kira (nilai barangnya) sekian. Tapi tetap harus ditaksir lagi, tapi seenggaknya orang enggak repot untuk bawa-bawa dulu," pungkasnya.



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEGADAIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 24-02-2018