BTN Tunggu Waktu untuk Spin Off Unit Usaha Syariah

Dian Ihsan Siregar - 13 April 2016 06:24 wib
Direktur Utama BTN Maryono. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo,
Direktur Utama BTN Maryono. ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo,

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tetap mengikuti aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perbankan harus melakukan pemisahan terhadap unit usaha syariah (UUS). Agar kelak nantinya UUS tersebut menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Direktur Syariah Bank BTN Oni Febriarto menekankan proses spin off masih dalam tahap kajian dan agak sedikit disampingkan karena perseroan sedang fokus dalam membiayai program pemerintah dalam menyalurkan pembiayaan satu juta rumah. Pasalnya, jika proses spin off UUS berjalan maka akan mengganggu modal BTN dalam menyalurkan pembiayaan rumah KPR subsidi.

"Intinya kami kaji semua aspek khususnya dari permodalan. Karena modal sedang dibuhkan sekali oleh BTN konvensional untuk program satu juta rumah. Kalau dilakukan (spin off UUS) otomatis akan mengurangi modal konvensionalnya. Makanya kami sedang memperhitungkan kapan strategisnya kami luncurkan BTN Syariah itu," ujar Oni, ditemui usai RUPST perseroan di kantor pusat Bank BTN, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Meski begitu, Oni menekankan, perseroan tetap komitmen melakukan spin off UUS tersebut. Pihaknya pun sedang menyusun road map yang efektif, tanpa harus mengganggu permodalan induk perusahaan dalam menyalurkan program satu juta rumah.

Di tempat yang sama, Direktur Utama BTN Maryono menambahkan, proses spin off UUS bisa terselesaikan di semester II-2017. Perseroan pada saat ini tengah mengkaji studi kelayakan (feasibility study) yang disesuakan dengan road map Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Road map itu soal pembentukan dan status usaha bank syariah BUMN.

"Proses transformasi unit usaha syariah masih bergulir. Secara korporasi spin off ini jadi salah satu prioritas utama kami," tutup Maryono.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BTN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017