Kurangi Kemiskinan, Pemerintah Tingkatkan Dana Desa Maluku-Papua

Suci Sedya Utami - 03 Januari 2018 15:23 wib
Menkeu Sri Mulyani. MI/Immanuel.
Menkeu Sri Mulyani. MI/Immanuel.

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyadari upaya pemerintah Presiden Joko Widodo dalam memperbaiki tingkat kemiskinan di wilayah Indonesia Timur dengan upaya desentralisasi belum membuahkan hasil signifikan pada berkurangnya angka kemiskinan.

Hal ini tercermin dari tingkat kemiskinan pada September lalu di Maluku dan Papua yang masih tinggi yang mana di perkotaan persentase penduduk miskinnya sebesar 2,15 persen dari angka nasional, atau dengan jumlah orang miskin mencapai 120 ribu orang. Sementara di perdesaan persentasenya mencapai 29,07 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 1,40 juta orang.

"Daerah-daerah tersebut ketertinggalannya cukup lama, tiga tahun ini Bapak Presiden memperbaiki, tapi belum cukup untuk memperbaiki ketertinggalannya," kata Ani sapaan akrab Sri Mulyani di Kemenkeu, Selasa, 2 Januari 2018.

Oleh karenanya dalam rangka mengurangi kemiskinan, pemerintah akan mengubah formula pemberian dana desa yang mana desa atau daerah yang memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak dan tingkat kemiskinan terdalam akan mendapat dana desa dengan jumlah lebih besar. Serta dikombinasikan dengan dana bantuan sosial dan dana infrastruktur fisik.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Perimbangan Keuangan Kemenkeu Boediarso Teguh Widodo mengatakan alokasi dana desa tahun ini sebesar Rpp60 triliun akan dialokasikan pada 74.958 desa. Dirinya mengatakan alokasi total dana desa dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi naik dari Rp19 triliun menjadi Rp22,1 triliun. Begitu juga dana desa untuk daerah sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi naik dari Rp8,4 triliun menjadi Rp11 triliun.

Dia bilang dana desa untuk daerah tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin minimum mengalami peningkatan menjadi Rp840 juta, sedangkan untuk daerah tertinggal dan sangat tertinggal maksimum naik menjadi Rp3,45 miliar.

"Artinya rata-rata dana desa untuk daerah sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi menjadi Rp1,35 miliar," kata Boediarso pada Medcom.id, Rabu, 3 Januari 2018.

Boedirso mengatakan, sebetulnya  Maluku, Papua dan Papua Barat, ketiganya dikucurkan berbagai dana transfer seperti dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH) ditambah dengan dana otonomi khusus setara 2,5 persen dari DAU serta dana tambahan infrastruktur fisik.

Ketiga daerah tersebut, lanjut Boediarso mendapatkan kucuran dana Rp81,7 triliun pada tahun lalu yang mana untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp59,5 triliun dan Maluku serta Maluku Utara sebesar Rp22,2 triliun.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DANA DESA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-01-2018