Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Pemerintah Bakal Pangkas Proyek Strategis Nasional yang tak Berprogres

Suci Sedya Utami - 13 Februari 2018 13:27 wib
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: medcom.id/Desi Angriani)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah kini tengah meninjau kembali perkembangan proyek strategis nasional. Rencananya, bakal ada pemangkasan jumlah proyek infrastruktur yang saat ini berjumlah 245.

Hal tersebut mencuat dalam Sidang Kabinet Paripurna Senin, 12 Februari 2018, ketika Presiden Joko Widodo meminta agar program prioritas dan juga proyek strategis nasional yang belum selesai di 2017 agar dirampungkan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kajian akan dilakukan dalam dua minggu ke depan. Namun demikian, dirinya masih enggan menyebutkan jumlah proyek yang kiranya bakal dipangkas. Darmin mengatakan adapun kriteria pemangkasan yakni untuk proyek yang hingga 2019 tak juga dibangun fisiknya.

"Jadi kita akan lihat betul mana proyek yang enggak akan ada bangunan fisik sampai dengan 2019," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Namun, kata mantan Gubernur Bank Indonesia, pemangkasan hanya berlaku bagi proyek yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Sementara untuk proyek yang melibatkan kerja sama swasta, akan tetap diteruskan, terutama bagi proyek kelistrikan.

"Ada beberapa bidang terutama listrik, dia sudah teken kontrak dengan swasta, enggak bisa lagi di-drop begitu saja," tutur Darmin.

Hal senada juga pernah dikatakan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam wawancara khusus bersama Medcom.id.

Bambang mengatakan royek strategis merupakan proyek yang pembangunannya dimulai sebelum 2019, bukan yang pembangunannya ditargetkan selesai di 2019, ketika pemerintahan berakhir.

"Enggak harus semua proyek selesai 2019, tapi memang yang pasti harus dimulai sebelum 2019," kata Bambang.

Bambang mengatakan, jika hingga 2019 proyek tersebut tak juga mulai dikerjakan, maka proyek tersebut akan di-drop. Biasanya, untuk proyek yang punya potensi didrop, kata Bambang merupakan proyek yang banyak menemui hambatan.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PROYEK STRATEGIS NASIONAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018