Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.626.772.093 (16 JULI 2018)

Hubungan Industrial yang Baik Dorong Peningkatan Daya Saing Indonesia

Gervin Nathaniel Purba - 17 April 2018 00:17 wib
Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker Haiyani Rumondang (Foto:Dok.Kemenaker)
Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker Haiyani Rumondang (Foto:Dok.Kemenaker)

Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong kerja sama antara pengusaha, unsur pekerja, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Saat ini Indonesia ada di peringkat ke-36 dari 190 negara. Membaik lima peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk meningkatkan daya saing dibutuhkan kontribusi dan kerja sama dari masing-masing pelaku usaha, termasuk di dalamnya unsur pekerja, pengusaha, dan pemerintah," kata Dirjen PHI dan Jamsos Kemenaker Haiyani Rumondang dalam keterangan tertulisnya, Senin, 16 April 2018.

Haiyani mengatakan hubungan industrial memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi dan komitmen di antara para pelaku hubungan industrial akan mendorong terciptanya target pertumbuhan ekonomi.

Pada 2018, Bank Indonesia (BI) memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar antara 5,1 hingga 5,5 persen. Sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,3 persen.

"Laporan Forum Ekonomi Dunia tersebut juga membantu kita dalam mengidentifikasi tantangan yang harus diatasi dan merancang strategi pertumbuhan ekonomi," ujar Haiyani.

Beberapa tantangan ketenagakerjaan yang harus dihadapi Indonesia saat ini, antara lain masih rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD-SMP.

Selain itu, revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan revolusi digital, menuntut adanya transformasi industri yang menyebabkan perubahan karakter dan jenis pekerjaan.

Menurut Haiyani, proses ini akan terus berjalan dan kita harus bisa menepis dampak negatifnya. Salah satu antisipasinya adalah untuk semakin membangun modal manusia (human capital). "Hanya mereka yang berkompetensi dan berinovasi yang bisa bertahan," katanya.

Agar seluruh stakehokder mampu mengantisipasinya dengan baik, Haiyani menekankan pentingnya dialog sosial. Menurutnya, dialog sosial menjadi sarana bagi semua pihak untuk menuangkan gagasan, termasuk mencari jalan keluar ketika terjadi perselisihan.

"Dalam interaksi hubungan industrial, kita ini kan mitra sejajar. Artinya sejajar, keterbukaan harus dikedepankan," ujarnya.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENAKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018