Wapres JK: Perkembangan Digital Ekonomi tak Bisa dihentikan

Dheri Agriesta - 14 November 2017 19:19 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dok: Terbit.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dok: Terbit.

Jakarta: Fenomena ekonomi digital mulai menjamur dan digandrungi banyak pelaku usaha, baik yang berpengalaman maupun baru. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, perkembangan teknologi tak mungkin dihentikan.

"Jadi digital ekonomi tidak mungkin untuk dihentikan, karena merupakan keniscayaan," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 14 November 2017.

Kalla tak khawatir dengan dampak positif dari digital ekonomi. Diketahui, beberapa perusahaan terpaksa memberhentikan karyawannya, sedangkan beberapa ritel terpaksa tutup gerai karena tak kuat bersaing dengan toko daring.

Kalla menyebut, ada berkah di balik 'bencana' yang dialami beberapa pihak tersebut. Kalla mencontohkan awal mulai ojek daring populer di Indonesia.  Aplikasi ojek daring memang menggeser tukang ojek pangkalan. Tapi, ojek daring menyediakan banyak lapangan kerja untuk masyarakat.

"Tumbuh Go-Jek (driver) yang lebih banyak lagi. Memang anda boleh pesan barang lewat daring, memang toko konvensional bisa kena. Tapi usaha logistik jadi maju," jelas Kalla.

Meski ekonomi digital mengancam keberlangsungan toko fisik atau konvensional, tapi usaha logistik bertumbuh pesat. Hal ini, tambah Kalla, membuat beberapa usaha lainnya berkembang pesat.

"Jadi digital itu memang menggeser pekerjaan lain, tapi membuka usaha baru, di mana-mana begitu," jelas dia.

 


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKONOMI DIGITAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 25-11-2017