Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.606.841.593 (13 JULI 2018)

Impor 500 Ribu Ton Beras Keputusan Pahit

Al Abrar - 12 Januari 2018 21:13 wib
Ilustrasi penjual beras di Cipinang. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)
Ilustrasi penjual beras di Cipinang. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Keputusan Pemerintah mengimpor 500 ribu ton beras akhir Januari ini dikritisi anggota komisi IV DPR dari partai Golkar Ichsan Firdaus. Menurut dia, impor karena pemerintah kurang mengantisipasi kondisi beras nasional sejak akhir 2017. 

"Keputusan ini memang pil pahit dari kurangnya antisipasi pemerintah," kata Ichsan, Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: Pemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras Akhir Januari

Ichsan menjelaskan, jika data produksi gabah nasional 2017 sebesar 38,5 juta ton beras, dan konsumsi beras nasional sekitar 31,5 juta ton, seharusnya Indonesia surplus sekitar 7 juta ton beras. "Tapi kenyataannya per awal Januari 2018, terjadi kenaikan harga beras yang cukup mengkhawatirkan dan meluas hampir ke seluruh Indonesia," ujar politikus Partai Golkar ini.

Logikanya, sambung Ichsan, jika surplus 7 juta ton beras, gejolak harganya seharusnya tidak mungkin terjadi seperti ini. Ditambah lagi stok beras di Bulog yang berada di bawah 1 juta ton, juga menunjukkan posisi stok yang mengkhawatirkan. 

"Untuk itu Pemerintah, khususnya presiden harus memberikan evaluasi dan perhatian khusus tentang produksi beras ini, apakah benar produksi beras kita ini mengalami kenaikan atau surplus," ujar Ichsan.

Oleh karena itu, sambung Ichsan, Presiden jangan sampai mendapatkan informasi yang keliru tentang data produksi beras, sehingga pemerintah gagal mengantisipasi gejolak beras ini. 
“pemerintah, khususnya pihak yang bertanggung jawab dalam produksi beras nasional, harus melakukan evaluasi secara serius tentang persoalan produksi pangan nasional khususnya beras” tambah Ichsan. 

Ichsan juga berpendapat, kebijakan impor ini di awal tahun sedikit terlambat, karena jika keputusan impor ini ditetapkan bulan ini, biasanya beras baru datang sekitar 30-40 hari ke depan. Padahal pada Maret sudah mulai panen beras. 

“Pemerintah harus mengantisipasi, jangan sampai merusak harga di tingkat petani, mengingat masa panen maret 2018” lanjut Ichsan.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menjamin 500 ribu ton beras kualitas khusus yang diimpor dari Thailand dan Vietnam dijual setara dengan harga beras jenis medium. Saat ini harga beras medium Rp9.450 per kg untuk wilayah Jawa, Sumatera Selatan dan Lampung.

"Kategori beras khusus yang mau kami masukkan langsung kita enggak peduli harganya berapa tapi dijual dengan harga medium," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam, 11 Januari 2018.

Enggar mengungkapkan pemerintah tidak ingin mengambil risiko atas minimnya pasokan beras khusus dan melonjaknya harga beras dalam negeri. "Kita tak ingin mengambil risiko dan ada pertentangan karena petani juga adalah konsumen membeli beras dan tidak boleh ada terjadi kekosongan pasokan," kata dia.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 16-07-2018