DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.147.901 (21 SEP 2018)

Kemenkeu Kaji Usulan PMN Rp31,6 Triliun dari Tiga BUMN

Dian Ihsan Siregar - 11 Juli 2018 20:15 wib
Illustrasi. ANT/AKBAR NUGROHO GUMAY.
Illustrasi. ANT/AKBAR NUGROHO GUMAY.

Jakarta: Sebanyak tiga perusahaan Badan Usaha Milik negara (‎BUMN) mengusulkan Penanaman Modal Negara (PMN) sebesar Rp31,6 triliun di 2019. Total dari anggaran itu untuk PT Hutama Karya (Persero) Rp12,5 triliun, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Rp15 triliun, dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) Rp 4,1 triliun.

Dengan adanya usulan PMN dari tiga BUMN, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengkaji‎ atas usulan tersebut. Hingga saat ini pun, Kemenkeu belum menerima langsung rincian usulan dari Kementerian BUMN.

"Akan di-review, jadi nanti dilihat apa sih latar belakangnya, supaya jelas. Usul boleh saja," ucap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Kemenkeu pun tidak berkeberatan atas usulan Kementerian BUMN mengenai PMN kepada DPR lewat Komisi VI. Namun, usulan itu akan disesuaikan terlebih dahulu dengan kemampuan fiskal di tahun depan.

Jika tahu kemampuan fiskal, lanjut dia, maka akan dilakukan kajiannya. "Kemampuan fiskal harus dilihat, usul boleh-boleh saja. Tapi akan kita review," tutur Askolani.‎

Pada Selasa, 10 Juli 2018 Komisi VI dengan pemerintah melakukan rapat kerja. Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VI memahami usulan Kementerian BUMN terkait tiga perusahaan yang akan melakukan penyertaan modal negara (PMN) 2019 sebesar Rp31,6 triliun.

Ketiga usulan PMN, Hutama Karya sebesar Rp12,5 triliun yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera. PLN menginginkan PMN sebesar Rp15 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Kemudian, ada PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) (Persero) sebesar Rp4,1 triliun. PMN yang diinginkan PANN akan digunakan untuk restrukturisasi utang subsidiary loan agreement (SLA), yakni konversi utang pokok SLA menjadi PMN sebesar Rp2,3 triliun dan penghapusan bunga denda Rp1,8 triliun.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BUMN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 22-09-2018