Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

BI Dongkrak UMKM dan Ekonomi Syariah Batam

- 14 April 2018 12:30 wib
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)
Seorang wanita melintas di dekat logo Bank Indonesia (MI/PANCA SYURKANI)

Batam: Bank Indonesia (BI) mendongkrak bisnis 27 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam, Kepulauan Riau. Langkah itu dilakukan dengan meningkatkan kapasitas produksi, menyediakan ruang usaha bersama, bimbingan teknis serta pendampingan usaha.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityswara menyatakan peningkatan kapasitas UMKM di Batam adalah gunamemperkuat sektor penggerak ekonomi kawasan sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan seimbang.

"Ini merupakan penyediaan sarana produksi dan penyediaan ruang usaha bersama di lokasi strategis bagi UMKM. Diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerahnya," kata Mirza, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 14 April 2018.

Dalam kesempatan itu, BI berupaya mengembangkan ekonomi syariah di Batam dengan menyalurkan bantuan pengolahan sampah dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kepada Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Batam. Pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan dengan mendorong penciptaan lini usaha produktif dari komunitas seperti pesantren.

"Terdapat data 28 ribu pesantren di Indonesia dan santrinya empat juta. Itu terkait pesantren. Salah satu contoh saja bagiamana kita melakukan pencontohan pengolahan sampah menjadi produktif. Ini memang kita terus dorong supaya ekonomi syariah dan konvesional berjalan sendiri dan semakin pesat," ujar Mirza.

Bantuan kepada FKPP dan pengembangan UMKM itu termasuk dalam Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Melalui PSBI ini, lanjut Mirza, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerahnya.

"Ini sesuatu bisa jadi pengembangan ekonomi syariah, salah satu contohnya adalah pesantren ini untuk mengolah sampah yang enggak guna jadi suatu nilai ekonomi dan menjadi kegiatan ekonomi di pesantren," pungkas dia.


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-07-2018