Pemerintah Setujui KUR Rp116,4 Triliun

- 14 Februari 2018 11:28 wib
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. (FOTO: Antara/Rekotomo)
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir. (FOTO: Antara/Rekotomo)

Jakarta: Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyampaikan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp116,4 triliun telah diajukan bank serta disetujui pemerintah.

"Bank yang sudah mengajukan dan disetujui sebesar Rp116,4 triliun. Adapun untuk total penyaluran KUR pada tahun ini sebesar Rp120 triliun. Jadi masih ada sisa plafon Rp3,6 triliun, kalau ada bank yang mau menambahkan untuk memberikan KUR," ungkap Iskandar saat ditemui di kantor Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

Sebagaimana dikutip dari Antara, Iskandar menerangkan pelaksanaan KUR pada tahun ini juga menyediakan penyaluran khusus untuk komoditas perkebunan dan peternakan rakyat serta perikanan rakyat.

KUR khusus diberikan kepada penerima KUR dengan jumlah plafon di atas Rp25 juta dan paling banyak sebesar Rp500 juta setiap individu anggota kelompok.

Penyaluran KUR khusus tersebut diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama-sama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha (off-taker).

Misalnya, penyaluran KUR khusus untuk peremajaan sawit harus melibatkan mitra perusahaan besar yang memberikan pelajaran kepada petani bagaimana bercocok tanam sekaligus nanti menyerap hasil buminya.

"Juga, ada mengenai pengadaan kapal, yang nanti akan digarap di Natuna dengan KUR oleh salah satu bank pemerintah," kata Iskandar.

Untuk mendukung penyaluran KUR pada 2018, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2018.

Suku bunga KUR untuk 2018 ditetapkan sebesar tujuh persen per tahun. Pelaksanaan KUR tersebut bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif dan meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah. (Media Indonesia)

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KUR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-02-2018