Serap Gabah untuk Membantu dan Menyejahterakan Petani

M Studio - 13 Februari 2018 12:14 wib
epala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (Foto:dok.Kementan)
epala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi (Foto:dok.Kementan)

Palembang: Kegiatan membeli gabah dari petani (serap gabah) penting dilakukan untuk membantu menyejahterakan petani, dan meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang dilakukan melalui penugasan kepada Bulog. 

"Kasihan petani yang sudah bekerja keras kalau sampai merugi. Untuk itulah pemerintah turun tangan membeli gabah petani, agar petani mendapat keuntungan dari usaha tani," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Serap gabah petani (sergab) di Sumatera Selatan.

Agung menyatakan, Bulog harus segera melakukan penyerapan gabah petani, sehingga diharapkan hingga Juni 2018, target 2,2 juta ton bisa tercapai sebagaimana hasil rakortas Kemenko Perekonomian 15 Januari 2018.

Upaya pemerintah melakukan kegiatan sergab dengan menggandeng TNI dan BRI, menurut Agung sangat penting dilakukan, karena memasuki awal masa panen raya ini di sebagian besar wilayah ada kecenderungan harga gabah anjlok, dan jika tidak segera dilakukan penyerapan oleh Bulog dapat dipastikan akan merugikan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Taufik Gunawan mengatakan bahwa adanya sergab akan sangat membantu petani.

"Kegiatan sergab ini sangat penting, apalagi di beberapa daerah harga gabah di tingkat petani mulai mengalami penurunan, bahkan ada yang sudah mencapai Rp4.200,-/kg gkp," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Aster Kasad, Brigjen Dudung Abdurachman, menegaskan kepada jajarannya agar apa yang ditugaskan harus segera dilaksanakan, apalagi menjelang panen raya pada Februari hingga April mendatang.

"Saat ini Dandim harus mengetahui dan dapat memetakan daerah-daerah mana saja petani yang akan panen dan berapa  jumlahnya. Semua harus siap," ucap Dudung tegas.

Target harian Sergab di Sumatera Selatan mencapai 7.500 ton per hari yang tersebar di 17 kabupaten/ kota.

Rakor Sergab se-Sumatera Selatan ini selain dihadiri oleh Kementerian Pertanian, juga dari TNI AD, BRI, dan Divre Bulog yang semuanya bersepakat meningkatkan sergap. Apalagi Sumatera Selatan surplus beras sangat tinggi, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil panen Februari ini.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
MOST COMMENTED
ADVERTISEMENT

Fri , 23-02-2018