REI Mengakui Industri Properti Masih Lesu

Eko Nordiansyah - 14 September 2017 17:11 wib
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis 14 September 2017. MTVN/Eko Nordiansyah.
Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis 14 September 2017. MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Tangerang: Real Estate Indonesia (REI) mengakui jika industri properti di Indonesia masih lesu. Setidaknya sampai dengan semester I-2017, penjualan properti masih belum menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

"Jadi kita selalu diingatkan industri properti kan sedang lesu. Semester pertama kan dibilangnya industri properti lesu, memang benar," kata Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis 14 September 2017.

baca : Ini Waktu Tepat untuk Investasi Properti

Dirinya menambahkan, lemahnya industri properti tak lepas dari keputusan masyarakat yang masih menyimpan uangnya di bank. Pasalnya masyarakat juga masih wait and see untuk berinvestasi khususnya di sektor properti.

"Jadi kepercayaan masyarakat untuk belanjakan uangnya itu rendah. Baik sebagai investasi maupun untuk beli kebutuhan rumah primernya. Jadi orang istilahnya katanya wait and see," jelas dia.

Untuk itu, melalui pameran Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 diharapkan pertumbuhan industri properti bisa meningkat. Pameran ini juga menunjukkan bagaimana peran REI dalam mendukung program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.

Meski begitu, Soelaeman menyebut tak ada target khusus yang dipasang dalam pameran kali ini. Menurut dia efek lain yang muncul dalam menggairahkan pasar properti di Indonesia lebih dari sekadar target angka yang diinginkan.

"Ini memang bukan berdasarkan target. Tapi target itu berdasarkan kenyataan dari yang dibangun tahun lalu. Tahun lalu kan non subsidi, apartemen mewah dan lain lain itu hampir 250 ribu. Nah sekarang REI menargetkan 200 ribu unit MBR, berarti kan hampir 450 ribu unit," pungkasnya.





(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-09-2017