Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Kementan Uji Teknologi Jepang untuk Pemanfaatan Lahan Kering

Gervin Nathaniel Purba - 14 Maret 2018 12:07 wib
Teknologi Sheet-Pipe System diuji coba di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementan, Subang, Jawa Barat (Foto:Dok)
Teknologi Sheet-Pipe System diuji coba di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementan, Subang, Jawa Barat (Foto:Dok)

Subang: Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan uji coba teknologi tata kelola air, yang disebut dengan Sheet-Pipe System, di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementan, Subang, Jawa Barat. Teknologi dari Jepang ini diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien untuk pengembangan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Ani Andayani menjelaskan bahwa saat ini Indonesia terus mengejar dan melihat peluang berbagai aplikasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian Tanah Air. 

“Kita semua tahu, Menteri Pertanian tidak ingin lahan tidur berupa rawa dan lahan kering menjadi terlantar dan tidak produktif. Dengan berbagai upaya kita sudah berhasil memanen padi di lahan rawa, namun tingkat produktivitas dan optimalisasi lahan masih kurang," ujar Ani, dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Maret 2018.

Menurut Ani, hingga saat ini, data yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian bersama Kementerian Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan rawa dan lahan kering di Indonesia sudah mencapai hampir dua juta hektar (ha) dari target pemerintah sebanyak empat juta ha.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Pertanian Budi Indra Setiawan memaparkan bahwa penjajakan teknologi Sheet-Pipe System ini sudah berlangsung selama tiga tahun. Perusahaan yang mengembangkan teknologi ini sudah berjanji melakukan feasibility study (studi kelayakan) selama tiga kali musim tanam di Balai Besar Padi, Sukamandi. 

“Semoga dapat berjalan lancar dan bisa menjadi solusi penanganan lahan marginal dan sub marginal di indonesia," ucap Budi.



Selanjutnya, Japan International Cooperation Agency (JICA) akan menjadi sponsor penerapan teknologi ini di Indonesia dengan memberikan dana hibah (grant) selama tiga tahun. Dana tersebut digunakan untuk penerapan teknologi pada lokasi lahan rawa maupun lahan kering di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. 

Di luar Jepang teknologi ini baru diaplikasikan di Vietnam, tepatnya di Delta Sungai Mekong. Indonesia menjadi negara kedua di luar Jepang yang memanfaatkannya.

CEO Kyouwa Kensetsu Kogyo Co., Ltd, Koremasa Tamura mengatakan bahwa produk Sheet-Pipe System sudah melewati masa uji coba dan mendapatkan paten international. Teknologi ini dapat bertahan 15 tahun, bahkan hingga 20 tahun. Ia melihat kondisi lahan di Indonesia layak menggunakan teknologi ini.

Akhir dari uji coba di lapangan, Ani Andayani yang juga alumni perguruan tinggi di Jepang, kembali mengingatkan bahwa aplikasi teknologi ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih memahami IT, agar dapat menggunakan alat yang sudah canggih dengan sensitivitas sensor yang sangat tinggi tersebut.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-06-2018