Perbankan Sanggupi Kredit Tumbuh 13%

- 13 September 2017 09:04 wib
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perbankan siap mendukung keinginan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 persen tahun depan. Kalangan perbankan pun menyanggupi keinginan pemerintah agar menggenjot penyaluran kredit 13-15 persen tahun depan.

"Sampai Agustus tahun ini secara year on year kredit BTN tumbuh sekitar 20 persen. Untuk tahun depan walau kami belum selesai menyusun RBB, kenaikan kredit di atas 20 persen sangat dimungkinkan," ujar Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho saat dihubungi, Selasa 12 September 2017.

Direktur Utama Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini bisa di kisaran 10-15 persen. "Harapan kami sejalan agar pertumbuhan bisa di level pada 2018. Namun, tentunya tergantung juga dari antara lain kondisi makro," ujarnya.

Baca: Perbankan Yakin Kredit Tumbuh 13% di 2017

Kondisi yang cukup dia khawatirkan terkait dengan daya beli dari konsumen. Namun, berdasarkan segmen yang ada, dia melihat pertumbuhan cukup merata. "Segmen rasanya cukup merata dari infrastruktur maupun manufaktur," ungkap Parwati.

Direktur Bisnis Banking BNI Herry Sidharta juga cukup yakin pertumbuhan kredit mampu di atas target pemerintah pada 2018. Peluang yang dia lihat masih cukup besar. Sampai saat ini, kata dia, UMKM tumbuh sebesar 29 persen.

"Peluang antara lain dari segmen infrastruktur, manufaktur, dan sektor unggulan lainnya seperti pertanian dan perikanan khususnya untuk UMKM. Pada 2017, UMKM tumbuh sebesar 29 persen," jelas Herry.

Masalah pertumbuhan kredit ini memang menjadi perhatian pemerintah. Pada tahun ini saja, pertumbuhan ekonomi diprediksi hanya akan tercapai pada level 5,17 persen karena angka pertumbuhan kredit yang lambat yang hanya tumbuh di kisaran 9 persen. Padahal, pertumbuhan kredit ini membawa dampak bagi pertumbuhan investasi yang akan menggerakkan perekonomian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja saat menyepakati asumsi dasar APBN 2018 memaparkan bahwa dibutuhkan pertumbuhan kredit 13-15 persen atau sebesar Rp483 triliun agar pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen. (Media Indonesia)

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERBANKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 24-11-2017