Malaka dan Belu Diharap Menjadi Sumber Pangan Timor Leste

Gervin Nathaniel Purba - 12 Oktober 2017 19:26 wib
Peluncuran ekspor bawang dari Indonesia ke Timor Leste. Foto: Metrotvnews.com/Gervin N. Purba
Peluncuran ekspor bawang dari Indonesia ke Timor Leste. Foto: Metrotvnews.com/Gervin N. Purba

Metrotvnews.com, Malaka: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan impiannya Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pangan rakyat Timor Leste. Dia menegaskan, Provinsi Nusa Tenggara Timur siap mensuplai pangan ke Timor Leste.

"Mimpi kita ke depan bisa memenuhi kebutuhan impor pangan ke Timor Leste, cukup dari Kabupaten Malaka dan Belu, kami dukung dan siapkan dengan harga kompetitif," kata Amran melalui sambungan telepon saat peluncuran ekspor bawang merah ke Timor Leste di Desa Motamasin, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 12 Oktober 2017.

Amran menambahkan Timor Leste tidak perlu dipusingkan lagi dengan mahalnya biaya transportasi mengingat jarak yang sangat dekat antara Kabupaten Malaka dan Belu dengan Timor Leste. Upaya ini sekaligus meningkatkan sinergi antar kedua negara.

"Kami membangun dari pinggiran sesuai arahan bapak Presiden (Joko Widodo). Kami sinergi dengan negara tetangga, negara tetangga adalah negara saudara kita. Kita harus perkuat sinergi di sektor pertanian," tegasnya.

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Kementan Ani Andayani menjelaskan, NTT salah satu daerah yang menjadi fokus pemerintah untuk dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste yang berada di empat titik, yaitu Kabupaten Kupang, TTU, Belu, dan Malaka.

Terkait Malaka, Ani mengatakan Pemda setempat sangat mendukung pembangunan di sektor pertanian. Malaka berkelimpahan makanan yang dirancang selama lima tahun dengan konsep one village-one product (OVOP) yang memfokuskan pada delapan komoditas, yaitu jagung, beras bermutu, kacang hijau, jambu mete, bawang merah, pisang kepok, itik, kambing, dan ikan bandeng.

Kabupaten Malaka dengan luas lahan 111 ribu hektare (ha), mempunyai keunggulan 40 persen wilayahnya merupakan wilayah subur, memiliki bulan basah sekitar tujuh sampai delapan bulan, memungkinkan untuk penanaman jagung tiga kali setahun dan padi dua kali setahun.

"Salah satu program unggulan saat ini adalah pengembangan bawang merah, terencana sebanyak 200 ha dari potensi lahan sebanyak 3.000-4.000 ha, varietas yang digunakan adalah Bima Brebes," jelas Ani.

Saat ini, lanjut Ani, Timor Leste mengimpor secara bertahap bawang merah dari Indonesia melalui Kabupaten Malaka sebanyak 200 ton. Untuk hari ini, Timor Leste mengimpor sebanyak 30 ton bawang merah.

"Selain bawang merah, komoditas pertanian lainnya yang berpeluang eskpor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi, dan unggas," pungkasnya.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
MOST COMMENTED
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017