Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

FAO: Pertanian Indonesia Bergerak Lebih Dinamis

Gervin Nathaniel Purba - 12 Juli 2018 19:40 wib
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Arif Firmansyah)
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Arif Firmansyah)

Jakarta: Food and Agriculture Organization (FAO) dan Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat bahwa pertanian Indonesia bergerak lebih dinamis dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. Program upaya khusus (Upsus) dinilai memberikan prioritas pada peningkatan produksi komoditas dasar seperti padi, jagung, kedelai dan daging sapi.

"Kami membahas program prioritas pemerintah termasuk program Upsus yang merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan komoditas utama. Selain itu, kami juga membahas tanaman perkebunan serta berbagai upaya peningkatan produksi ternak di Indonesia. Melalui program tersebut, produksi bahan pangan nasional khususnya padi dan jagung saat ini telah melebihi kebutuhan konsumsi dalam negeri," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan pertemuan dengan FAO Representative di Indonesia Stephen Rudgard pada Rabu, 4 Juli 2018.

Stephen Rudgard menyampaikan apresiasi FAO untuk pencapaian Kementan dan menegaskan kembali dukungan FAO kepada program-program kementerian, terutama dalam memberikan bantuan teknis terhadap program yang memberikan manfaat besar kepada masyarakat pertanian.

"FAO selalu siap mendukung Kementan, terutama dalam memberikan bantuan teknis seperti yang dibutuhkan berdasar pengalaman dan pembelajaran terbaik dari sekitar 200 negara anggota FAO. Dalam konteks pembangunan pertanian, petani kecil di daerah pedesaan memainkan peran yang sangat penting, dan perlu diberdayakan," kata Rudgard.

Bantah Pandangan Ratno Soetjiptadie

Di satu sisi, FAO membantah pandangan yang disampaikan Ratno Soetjiptadie terkait kondisi ketahanan pangan Indonesia dalam diskusi yang diadakan Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) dengan tema 'Produktivitas Padi Versus Impor Beras, Ada Apa?

Selain itu, Ratno tidak terdaftar sebagai bagian dari FAO. "Saudara Ratno Soetjiptadie tidak memiliki afiliasi apapun dengan FAO," ungkap Assistant FAO Representative (Programme) Ageng Herianto dalam keterangan resminya yang diterima oleh Medcom.id, Kamis, 12 Juli 2018.

Ageng menegaskan pernyataan yang disampaikan oleh Ratno tidak berhubungan dan tidak mewakili pandangan dari FAO. Ratno tidak bisa memberikan penjelasan yang jelas mengenai statusnya di FAO saat dihubungi oleh pihak FAO Indonesia.

"FAO saat ini sedang merumuskan langkah hukum berkaitan dengan kasus ini," ucapnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTANIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018