DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Paviliun Indonesia Pamer 5 Fokus Sektor Investasi

M Studio - 12 Oktober 2018 15:39 wib
Indonesia Pavilion (Foto:Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini)
Indonesia Pavilion (Foto:Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini)

Nusa Dua: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) fokus pada lima sektor investasi untuk ditawarkan kepada delegasi dan tamu International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) 2018.

Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro mengatakan lima sektor itu merupakan pengembangan infrastruktur, yaitu sektor elektrifikasi, konektivitas jalan, konektivitas laut, konektivitas bandara, dan konektivitas digital broadband.

"Kami akan memastikan konsistensi pelaksanaan dari proyek-proyek infrastruktur dasar seperti jalan tol, pelabuhan laut, bandara, dan telekomunikasi. Kami terus mendorong perbaikan infrastruktur," kata Aloysius dalam keterangan tertulisnya, di Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018.

Indonesia Pavilion memaparkan peluang investasi senilai USD42,2 miliar. Peluang investasi itu berasal dari 80 proyek yang sedang dikembangkan di Tanah Air dengan anggaran total mencapai USD86,1 miliar.

Aloysius menuturkan Indonesia akan terus memperluas konektivitas jalan tol yang ada saat ini. Rencananya, Indonesia akan terus memperpanjang jalan tol mencapai 1.794 kilometer (km) pada 2019.

Sementara untuk konektivitas laut, Indonesia berharap dapat peningkatan kapasitas kargo 34,8 juta teus pada akhir 2019. Sedangkan, konektivitas bandara diharapkan mencapai target 235 juta penumpang pada akhir 2019.

Oleh karena itu BUMN didorong agar meningkatkan kapasitas sumber daya dengan mencari sumber pendanaan dari pasar keuangan melalui berbagai inovasi instrumen pembiayaan hingga membangun kemitraan dengan sektor swasta lainnya.

"Melalui kemitraan strategis antara BUMN dengan swasta, diharapkan bisa terjadi sharing keahlian untuk pembangunan infrastruktur dengan kualitas sesuai standar global," ucapnya.

Untuk mendukung kemudahan para delegasi dan tamu bertransaksi dalam pertemuan tahunan IMF-WB 2018, PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) menyediakan kartu debit virtual account. Kartu tersebut dapat digunakan selama pertemuan ekonomi bergengsi kelas dunia ini.

Melalui kartu debit virtual account tersebut, delegasi dan tamu bisa melakukan kegiatan transaksi seperti tarik tunai dan transfer di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank BUMN seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan ATM Bersama. Selain transaksi di ATM, kartu debit ini juga bisa ditransaksikan secara virtual.

Untuk perhelatan IMF-WB 2018, BNI mencetak kartu debit virtual account sebanyak 760 buah guna menampung dana dari setiap delegasi. Di samping itu, bank pelat merah ini juga menyiapkan layanan dengan memperbanyak mesin EDC (Electronic Data Capture) sebanyak 7.432 unit di seluruh Bali.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018