DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.147.901 (21 SEP 2018)

Pegadaian Bidik Pendapatan Rp12,5 Triliun

- 21 November 2017 18:58 wib
Pegadaian (ANT/Akbar Nugroho Gumay).
Pegadaian (ANT/Akbar Nugroho Gumay).

Jakarta: PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan usaha pada 2018 sebesar Rp12,5 triliun, melonjak sekitar 16,82 persen dibanding prognosa pendapatan di 2017 yang diproyeksikan mencapai Rp10,7 triliun.

"Performa keuangan perusahaan di 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya prospek ekonomi nasional yang diperkirakan tumbuh 5,4 persen," kata Direktur Utama Pegadaian Sunarso pada paparan kinerja Pegadaian 2017-2018, di Jakarta dari Antara, Selasa, 21 November 2017.

Menurut Sunarso, pada saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 7,14 persen dari 2017 yang diperkirakan mencapai Rp2,52 triliun.

Ia menjelaskan strategi utama dalam menghadapi 2018 meliputi pelaksanaan pengembangan kanal distribusi melalui agen Pegadaian, melaksanakan transformasi produk dan layanan berbasis digital.

Selanjutnya Pegadaian akan mengoptimalkan tenaga bisnis proses outsourcing untuk meningkatkan penjualan, penataan outlet, optimalisasi penyediaan gudang barang jaminan, serta membangun infrastruktur teknologi informasi untuk mendukung kanal distribusi, dan jasa digital.

Sunarso yang sebelumnya adalah Wadirut BRI ini mengatakan, dalam tiga tahun terkahir jumlah nasabah Pegadaian juga terus meningkat dari 7,6 juta di 2015, melonjak 24,5 persen menjadi 9,5 juta di 2017. Diproyeksikan akan menjadi 11,5 juta pada 2018.

Pertumbuhan nasabah didukung oleh berbagai kelebihan serta layanan maksimal melalui jaringan yang sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah yang menyabkan Pegadaian semakin dikenal dan diminati masyarakat kalangan menengah bawah.

Pada kurun waktu yang sama, perseroan juga berhasil menyalurkan kredit kepada masyarakat sampai dengan Oktober 2017 mencapai Rp105 triliun ditargetkan mencapai Rp142 triliun pada 2018.

Ia mengakui kondisi persaingan di bisnis Pegadaian semakin ketat antara lain disebabkan terbitnya Peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industri pegadian, serta disruption dari financial technology (fintech).

Di sisi lain Pegadaian harus memenuhi aspirasi pemegang saham untuk selalu meningkatkan perannya dalam inklusi keuangan yang diukur dengan banyaknya jumlah nasabah yang dapat dilayani Pegadaian.

"Strategi Pegadaian menghadapi tantangan meliputi transformasi pengembangan kanal distribusi maupun produk berbasis digital, digitalisasi proses bisnis dan transformasi di area human capital termasuk corporate culture," ujarnya.

Sunarso menambahkan strategi yang dijalankan agar Pegadaian tetap dapat mempertahankan pangsa pasar atau market share di industri gadai dan mampu mendiversifikasi mesin pertumbuhan pada produk-produk nongadai, serta meningkatkan layanan sehingga mampu menambah jumlah nasabah secara signifikan.

Pada 2018, Pegadaian menargetkan total aset mencapai Rp57,4 triliun, naik Rp7,1 triliun dibanding perkiraan 2017. Sementara itu total ekuitas ditargetkan mencapai Rp19,9 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,7 triliun.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEGADAIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 22-09-2018