Pemerintah Harus Meningkatkan Pendapatan Negara

- 21 Agustus 2016 14:24 wib
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas Benny Dwika Leonanda menyatakan Pemerintah RI harus mendorong pendapatan untuk mengatasi perlambatan ekonomi global. 

"Kondisi ekonomi dan finansial RI yang di ambang krisis ini diprediksi akan timbul antara lain disebabkan ketidakkepercayaan pasar terhadap ketidakmampuan pemerintah atas pengelolaan keuangan negara," kata Benny dikutip dari Antara, Minggu (21/8/2016). 

Pendapat itu disampaikannya terkait pidato Presiden Joko Widodo tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2017 pada Sidang Tahunan MPR RI 16 Agustus 2016, tersirat bahwa secara keseluruhan pendapatan negara dari RAPBN 2017 berkurang sebesar Rp48,6 triliun atau sekitar 2,79 persen dari ABPN-P 2016.

Sedangkan, menurut Benny, belanja pemerintah justru tidak berubah banyak dan hanya berkurang sebesar Rp12,4 triliun lebih atau sekitar 0,6 persen dari APBN-P 2016. Ia menilai, Pemerintahan Jokowi-JK saat menyusun APBN 2017 terlalu ambisius dan masih berharap pertumbuhan ekonomi tinggi pada 2017. 

Dia melanjutkan pemerintah telah memangkas anggaran belanja sebesar Rp184,4 triliun atau 8,79 persen dari APBN 2016. Sehingga bisa dipastikan angka pertumbuhan 5,2 persen dari APBN-P 2016 yang ditargetkan itu mustahil tercapai.

"Pemangkasan itu justru akan menurunkan konsumsi pemerintah, dan konsumsi masyarakat pada 2016, sementara untuk investasi, pemerintah sendiri hampir tidak punya uang sama sekali. Satu-satunya jalan mungkin mengharapkan investor dari luar negeri," katanya pula.

Ironisnya, justru setiap negara saat ini juga sama-sama mencari investor untuk meningkatkan pertumbuhan dan GDP mereka sama halnya dengan Indonesia. Karena itu, dalam pandangan Benny, pemerintah seharusnya mulai berpikir untuk mengubah prioritas pembangunan nasional, yaitu melakukan efisiensi dan penghematan besar-besaran. 

"Target baru dibutuhkan namun harus bisa meningkatkan penghasilan negara dan pendapatan masyarakat, sehingga mampu menunjang APBN tahun selanjutnya. Ini merupakan tantangan baru, tantangan nyata dari kondisi saat ini bahwa perekonomian negara perlu diselamatkan segera," pungkasnya. 



(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEREKONOMIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017