DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.459.578.391 (16 AGUSTUS 2018)

Berkenalan dengan Wirausaha Sosial Binaan Remake City, Jakarta

Pelangi Karismakristi - 31 Januari 2018 18:11 wib
Kiri ke kanan: CEO Crowde Yohanes Sugihtononugroho, Co-founder & Director Nazava Guido van Hofwegen, dan Co-Founder TEMU Gustian Mahardika. Foto: Medcom.id/Pelangi K
Kiri ke kanan: CEO Crowde Yohanes Sugihtononugroho, Co-founder & Director Nazava Guido van Hofwegen, dan Co-Founder TEMU Gustian Mahardika. Foto: Medcom.id/Pelangi K

Jakarta: Remake City, Jakarta telah menelurkan tiga wirausaha sosial, yakni Nazava, Crowde, dan TEMU. Ketiga wirausaha tersebut sudah melalui proses inkubasi selama beberapa bulan.

Program Remake City, Jakarta hasil kolaborasi antara UnLtd Indonesia dan Instellar bersama Korea International Coorperation Agency (KOICA), Crevisse Partners, dan Merry Year Social Company (MYSC).

Nazava menjual filter air yang mudah digunakan untuk menghilangkan 99 persen bakteri dalam air. Produk ini dirancang dengan teknologi yang dibuat di Indonesia.

Co-founder & Director Nazava Guido van Hofwegen menjelaskan bahwa awalnya dia mengamati bahwa di sekitarnya banyak orang yang sulit mendapatkan air bersih. Nazava menghadirkan solusi bagi orang banyak dalam memperoleh air bersih dengan mudah.

"Nazava bisa memfilter air PDAM, sumur, hujan dan bisa langsung diminum, juga tanpa listrik. Sudah dipastikan tidak ada kuman, kaporit, dan bau tanah juga hilang karena teknologi kami sudah teruji. Kapasitasnya 16 liter dan mampu menyaring sampai 7 ribu liter air," kata Guido di Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018.

Guido menjual Nazava melalui kelompok ibu PKK atau arisan dengan sistem cicilan. Guido juga bekerja sama dengan dinas kesehatan, sekolah, koperasi, dan masih banyak lagi.

"Harganya kami bandrol Rp430 ribu. Kini sudah terjual 80 ribu unit di seluruh Indonesia. Sekarang kami fokus (penjualan) di Jawa Barat," imbuhnya.

Guido mengatakan, keputusannya bergabung dengan Remake City, Jakarta membuat usahanya lebih berkembang, baik dari segi managemen marketing maupun pengelolaan keuangan. Hibah USD250 ribu dari KOICA ia gunakan untuk menambah staf serta perbaikan data base dan website.

"Ada mentoring tips untuk memilih area sasaran penjualan dengan lebih cerdas dan memperbaiki account achieve," tutur Guido.

Wirausaha sosial lainnya adalah TEMU, aplikasi penyambung lowongan kerja bagi lulusan SD hingga SMA. Co-Founder TEMU Gustian Mahardika mengatakan bahwa TEMU ingin memutus rantai kemiskinan di kota.

"Terima kasih Instellar, ini adalah kesempatan yang baik, kami dapat tambahan dana. Ada mentoring juga, jadi bisa memperkuat penetrasi pasar kami," ucap Gustian.

Sedangkan Crowde mengajak masyarakat berinvestasi untuk membantu petani di Indonesia. Crowde membuat platform crowdfunding yang nyaman dan sederhana, di mana investor dapat berinvestasi dalam proyek pertanian.

"Remake City, Jakarta kami melihatnya sebagai sebuah momen di mana bisnis menjadi tantangan. Sehingga kami setidaknya bisa bertahan dan memberi dampak di luar," kata CEO Crowde Yohanes Sugihtononugroho.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TEKNOLOGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018