Singapura Jadi Investor Terbesar di Batam

- 21 Agustus 2016 10:06 wib
Illlustrasi. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo.
Illlustrasi. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo.

Metrotvnews.com, Batam: Badan Pengusahaan Batam menyatakan Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar dibandingkan sejumlah negara lainnya pada semester pertama 2016.  

"Berdasarkan data, nilai investasi Singapura mencapai 37 persen dari total investasi semester pertama sebesar USD466,9 juta," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono dikutip dari Antara, Minggu (21/8/2016). 

Selain Singapura, persentase investasi Malaysia pada semester pertama 2016 sebesar 24 persen, gabungan sejumlah negara 24 persen, Amerika Serikat (AS) 6 persen, dan Jerman sembilan persen.

Sektor yang diminati pada semester pertama 2016 adalah perdagangan dan reparasi mencapai 27 persen, jasa lainnya yang mencapai 23 persen, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik yang juga mencapai 23 persen.

Dua kelompok lain yang pada semester 2016 menghasilkan investasi baru adalah industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar 15 persen. Selain itu industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi yang mencapai 12 persen dari total investasi masuk.

Purnomo mengatakan, realisasi investasi baru tersebut menunjukkan bahwa berbagai isu seperti terorisme tidak mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya di Batam.

"Sejauh ini tidak ada pengaruh pada investor sehingga investasi terus masuk dan jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama pada 2015," kata dia.

Pada beberapa tahun terakhir BP Batam lebih memfokuskan promosi ke negara Kawasan Asia yang dinilai kondisi ekonominya lebih stabil dibandingkan Eropa dan Amerika yang masih terdampak krisis global.

"Sejauh ini kami sudah beberapa kali melakukan temu bisnis dengan sejumlah negara Asia baik di dalam dan luar negeri. Harapannya negara-negara tersebut terus menjadikan Batam pilihan utama investasi," pungkas Purnomo.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INVESTASI DI BATAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017