DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Program Redistribusi Tanah untuk Menurunkan Gini Rasio

Kautsar Widya Prabowo - 12 Juli 2018 10:24 wib
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) tengah melakukan redistribusi tanah atau pembukaan tanah negara untuk masyarakat, khususnya transmigran.

Nantinya, lahan-lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat dengan tumbuhnya wirausaha baru.

Menteri Pertanian (Mentan) Arman Sulaiman menjelaskan lahan yang akan digarap di 10 provinsi, 100 kabupaten, dan 1.000 desa ini akan berbentuk cluster atau dikelompokkan sesuai dengan potensi setiap daerah.

"Contohnya mangga gincu Indramayu untuk lahan seluas 1.000 hektare (ha), dan kita bagi untuk 25 ribu rumah tangga, lima batang mangga per rumah, sehingga cukup untuk 1.000 ha," ujarnya di Kementerian Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu malam, 11 Juli 2018.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya mengembangkan komoditas ekspor dengan jenis hortikultura, lantaran ekspor Indonesia yang naik 24 persen.

"Kopi, lada ini kita dorong komoditas ekspor karena harganya mahal kan, jadi komoditas ekspor agar petani kita sejahtera," imbuhnya.

Selain itu, untuk jenis tanaman karet pihaknya tengah melakukan peremajaan tanaman tersebut, dengan melakukan penanaman kembali dan di sela dengan jenis tanaman jagung.

"Karet kita lakukan replanting, kemudian kita berikan tanaman sela, jagung," imbuhnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Makassar tersebut menjelaskan dengan dilaksanakannya program tersebut untuk mengurangi gini rasio atau rasio ketimpangan, diketahui pada Maret 2018 pada level 0,390, lebih rendah jika dibandingkan 0,393 dan tahun depan ditargetkan mencapai 0,38.

Selain itu, program tersebut diibaratkan  seperti koperasi yang dikorelasikan untuk petani.

"Jadi ada program bapak presiden mirip dengan koperasi dikorporasikan, kita petani ini dikorporasikan, bisa satu komoditas dan skala industri," pungkasnya.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-09-2018