BTPN Nilai Merger dengan Sumitomo Indonesia Positif untuk Bisnis

Eko Nordiansyah - 14 Februari 2018 22:13 wib
Ilustrasi BTPN. (FOTO: ANTARA/Audy)
Ilustrasi BTPN. (FOTO: ANTARA/Audy)

Jakarta: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menilai rencana merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) akan positif untuk bisnis perseroan. Apalagi BTPN berencana 'naik kelas' menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV.

"Awal Januari kami sudah terima surat untuk merger ini. Kami juga kaji rencana itu, mengenai merger ini adalah hal yang positif untuk bisnis kami," kata Direktur Utama BTPN Jerry Ng di Menara BTPN, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Dirinya menambahkan, penggabungan dua entitas perbankan ini tidak akan menganggu bisnis yang dimiliki oleh BTPN yang fokus pada bisnis small medium enterprise (UKM). Justru adanya merger ini maka akan saling melengkapi antara satu dengan yang lain.

"Kan kita bisnisnya SME, ritel dan mereka lebih ke pembiayaan infrastruktur. Lalu cabang mereka cuma satu orang dan karyawan 400-an saja, kalau banyak kan heboh bisnisnya kita saling melengkapi saja," jelas dia.

Saat ini Sumitomo Mitsui Financial Group melalui Sumitomo Mitsui Banking Corporation merupakan pemegang saham pengendali BTPN dengan 40 persen saham BTPN. Tahun 2014, Sumitomo telah mengucurkan sekitar USD1,32 miliar untuk mendapatkan mayoritas saham BTPN.

Sebelumnya, Sumitomo Mitsui Banking Corporation berencana akan merger dua entitas bank milik perusahaan tersebut. Aksi  korporasi ini dinilai sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk konsolidasi di sektor keuangan.

Akhir tahun lalu, induk Sumitomo Mitsui Indonesia yakni Sumitomo Mitsui Financial Group telah menyatakan minat untuk menjadi pemegang saham mayoritas di BTPN. Aksi korporasi ini akan dilakukan jika mendapatkan restu dari OJK.


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BTPN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-02-2018