DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.911.330.901 (18 SEP 2018)

Melejit 111%, Antam Cetak Laba Rp136 Miliar

M Studio - 13 Maret 2018 12:01 wib
Ilustrasi emas (Foto:MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi emas (Foto:MI/Usman Iskandar)

Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) mencapai 96 persen menjadi Rp2,21 triliun, dibandingkan dengan capaian EBITDA tahun sebelumnya sebesar Rp1,13 triliun.
 
"Pertumbuhan EBITDA yang positif terutama disebabkan pertumbuhan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama Antam serta peningkatan efisiensi yang berujung pada stabilnya level biaya tunai operasi perseroan," demikian tertuang dalam siaran pers Antam
 
Sementara itu Perusahaan membukukan laba bersih Rp136 miliar tahun 2017, atau naik tajam sebesar 111 persen dibandingkan capaian laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp64 miliar.
 
Kenaikan laba tersebut ditopang penjualan bersih perseroan sebesar Rp12,65 triliun atau naik 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan ANTM, berkontribusi sebesar Rp7,37 triliun atau 58 persen dari total penjualan bersih 2017.
 
Laba kotor ANTM pada 2017 naik tajam sebesar 93 persen menjadi Rp1,64 triliun dibandingkan 2016, Kenaikan ini seiring melejitnya nilai penjualan dan nilai beban pokok penjualan Antam tahun 2017 sebesar Rp11 triliun. Dengan adanya peningkatan laba kotor, maka Antam dapat mencatat laba usaha Rp600 miliar, atau naik 7.264 persen dibandingkan laba usaha FY16 sebesar Rp8,15 miliar.
 
Pada 2017, Antam juga mencatatkan volume produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan. Kinerja produksi feronikel mencapai 21.762 ton nikel (TNi) dalam feronikel, naik sebesar tujuh persen dari capaian 2016.
 
Penjualan feronikel mengalami pertumbuhan empat persen mencapai 21.813 TNi. Penjualan feronikel pada tahun 2017 merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam, dengan kontribusi sebesar Rp3,22 triliun atau 25 persen dari total penjualan bersih di 2017.
 
Sedangkan untuk komoditas emas, Antam mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 1.967 kg. Sementara itu volume penjualan emas Antam di 2017 tercatat sebesar 13.202 kg, tumbuh sebesar 29 persen dibandingkan volume penjualan periode 2016 sebesar 10.227 kg seiring dengan strategi pengembangan pasar emas baik domestik dan ekspor serta inovasi produk Logam Mulia Antam.
 
Pendapatan Antam dari penjualan emas pada 2017 tercatat sebesar Rp7,37 triliun. Capaian penjualan bersih tersebut naik 33 persen dibandingkan penjualan bersih emas 2016 yang tercatat sebesar Rp5,54 triliun.
 
Sedangkan untuk produksi bijih nikel Perusahaan naik 241 persen dengan total produksi sebesar 5,57 juta wmt dengan level volume penjualan mencapai 2,83 juta wmt atau naik 285 persen dibandingkan 2016.
 
Antam mencatatkan pendapatan penjualan dari bijih nikel di 2017 sebesar Rp1,37 triliun atau tumbuh sebesar 364 persen dibandingkan nilai penjualan bijih nikel pada periode 2016 sebesar Rp295  miliar.
 
Sementara, untuk volume produksi bijih bauksit  di 2017 sebesar 705.322 wmt, tumbuh sebesar 192 persen dengan volume penjualan mencapai 838.069 wmt, naik sebesar 181 persen dibandingkan capaian 2016. Antam mencatatkan pendapatan dari bijih bauksit tercuci sebesar Rp398 miliar naik 283 persen dibandingkan nilai penjualan bijih bauksit pada 2016 sebesar Rp104 miliar.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANTAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-09-2018