LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Desi Angriani - 12 Januari 2018 16:55 wib
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (tengah). (FOTO: MTVN/Desi Angriani)
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (tengah). (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga penjaminan untuk periode 16 Januari hingga 14 Mei 2018. Tingkat bunga penjaminan untuk bank umum dalam rupiah tetap 5,75 persen, bank umum dalam valas tetap 0,75 persen, dan tingkat bunga penjaminan untuk BPR dalam rupiah tetap 8,25 persen.

"Tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rupiah dan valuta asing di bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat dipertahankan tetap dengan pertimbangan bahwa tingkat suku bunga tersebut masih sejalan dengan arah suku bunga simpanan bank benchmark LPS," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Kantor LPS, Gedung Equity Tower, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Halim menuturkan tingkat bunga penjaminan tidak mengalami perubahan didasarkan pada kondisi perbankan yang komponen Suku Bunga Pasar (SBP) nya menunjukkan pergerakan stabil pada level 5,21 persen.

Selain itu, kondisi likuiditas juga terjaga, didukung angka LDR bank umum yang mengalami sedikit kenaikan dari 89,1 persen pada Oktober 2017 ke 89,35 persen pada November 2017. Hal ini disebabkan karena laju pertumbuhan DPK yang melambat lebih besar dari laju pertumbuhan kredit.

"Kondisi ekonomi juga kondusif dan stabil. Pada Desember 2017, Indeks Stabilitas Perbankan (BSI)  menunjukkan status normal di posisi 99,63 sedikit menurun dari 99,64 pada bulan sebelumnya," imbuh dia.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

"Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai Tingkat Bunga Penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan," sambungnya.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana. Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan.

"Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," pungkasnya.

 


(AHL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LPS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018