DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

IFC Investasi USD1 Miliar ke Energi Terbarukan

Dian Ihsan Siregar - 14 Maret 2018 15:07 wib
illustrasi. ANT/Zabur Karuru.
illustrasi. ANT/Zabur Karuru.

Jakarta: International Finance Corporation (IFC) yang merupakan anggota kelompok Bank Dunia (World Bank) bakal menginvestasikan USD 1 miliar untuk energi terbarukan Indonesia di tahun ini.

Investasi ini dengan melihat salah satu realita bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) terbesar di dunia dengan cadangan migas sebesar 40 persen dari cadangan panas bumi di dunia.

"Memang tahun ini kami melakukan investasi USD1 miliar untuk investasi energi terbarukan. Jadi, angka investasinya tiap tahun berubah untuk energi terbarukan," ungkap Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia dan Timor Leste Azam Khan, ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Proyek yang diinvestasikan ini sejalan dengan pengembangan infrastruktur yang sedang digenjot oleh pemerintah. Meski demikian, banyak dana investasi yang digelontorkan oleh IFC diberikan ke swasta karena pembiayaan ke pemerintah datang langsung dari Bank Dunia.

"Kami berkaitan dengan pengembangan infrastruktur dan juga berkaitan dengan kebijakan. Pihak swasta biasanya yang menjalankan proyek mengalami kendala kebijakan yang ada, sering kali terjadi hambatan. Tapi, saat ini antara dan dan kebijakan sudah belajar, karena reformasi kebijakan saat ini sudah baik," tutur Azam.

Ditempat yang sama, Director East Asia Pacific IFC Vivek Fathak menyebutkan IFC tidak mempunyai target khusus untuk pengembangan investasi di Indonesia. IFC hanya menyalurkan pembiayaan secara global.

"Tapi secara global itu, 23 persen dana pembiayaan untuk perubahan iklim," jelas Vivek.

Dengan menggandeng pemerintah dan swasta di Indonesia, Vivek optimistis setiap dana investasi yang digelontorkan oleh IFC akan berjalan cepat dan baik.

"Kita akan kerja sama dengan pemerintah untuk proyek sebelumnya. Kita adapsikan dan kembangkan. Kita juga dengan swasta. Sehingga, kita bisa mengurangi risiko dengan menggandeng keduanya, baik pendanaan maupun struktur dari investasi itu," pungkas Vivek.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INVESTASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018