Harga Properti Residensial Tumbuh 0,5% di Kuartal III-2017

Desi Angriani - 13 November 2017 19:45 wib
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat harga properti residensial di pasar primer tumbuh 0,5 persen (qtq) hingga September lalu atau pada kuartal III-2017. Jumlah tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,18 persen (qtq).

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, harga properti terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan terbesar di rumah tipe menengah. Adapun kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung.  Secara tahunan, indeks harga properti juga tumbuh sebesar 3,32 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,17 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Hal serupa terjadi pada volume penjualan properti residensial. Tercatat peningkatan sebesar 2,58 persen (qtq) meski melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,61 persen (qtq).



"Kondisi tersebut sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian, di samping faktor suku bunga KPR yang masih relatif tinggi," sebagaimana tertulis dalam rilis Bank Indonesia, Senin 13 November 2017.

Adapun sebanyak 56,75 persen pengembang menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial.  Sementara 76,42 persen konsumen menyatakan bahwa fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK INDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 25-11-2017