Aprindo: Antrean jadi Lebih Lama Tanpa Double Swipe

Desi Angriani - 13 September 2017 15:48 wib
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. (MTVN/Husen Miftahudin).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. (MTVN/Husen Miftahudin).

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan, tujuan dilakukannya gesek ganda atau double swipe dalam transaksi nontunai di mesin Electronic Data Capture (EDC) dan mesin kasir untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada konsumen.

"Salah satu yang membuat kostumer senang adalah kecepatan servis atau transaksi. Karena enggak ada yang ingin antre," ucap Roy di Cafe Trattoria, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Menurutnya, ketika kasir memasukkan nomor kartu secara manual akan membuat lama proses transaksi hingga 20 detik. Bila konsumen berada di antrean ke-20 maka mereka dipastikan akan menunggu kurang lebih satu jam.

"Ketika di swipe kita hitung percepatannya 15-20 detik ketimbang memasukkan kartu secara manual. Ini salah satu solusi untuk melayani pelanggan lebih baik dan lebih cepat," ungkap dia.

Selain mempersingkat waktu, tujuan double swipe di ritel modern untuk validasi atau verifikasi terhadap transaksi yang dilakukan kostumer. Tanpa validasi di mesin kasir, merchant tak bisa mendapatkan bukti transaksi non tunai baik lewat debit atau kredit.

"Karena pencatatan ritel kalau enggan dibuktikan di cash bagaimana caranya. Validasinya setiap kasir akan masukkan nomor kartu kredit atau debit. Karena ini bagian dari pencatatan kita," tambahnya.

Meski demikian, Roy memastikan pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau debit di gerai anggota Aprindo dipastikan aman lantaran dilakukan terpusat dan tersimpan dengan baik di server komputer masing-masing perusahaan. 

"Itu hanya diakses oleh mereka yang punya otoritas," tutup Roy.


(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENGGESEKAN GANDA KARTU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017