Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Ritel Offline Masih akan Tumbuh Pesat

Dian Ihsan Siregar - 12 Juni 2018 14:43 wib
Carefour. MI/Safir Maki.
Carefour. MI/Safir Maki.

Jakarta: Corporate Communication GM Transmart Carrefour Satria Hamid meyakini industri ritel offline masih akan terus berkembang bila dibanding dengan online. Hal itu karena banyak perubahan yang dijalankan oleh peritel offline.‎ Lagi pula, banyak peritel online yang membutuhkan barang secara offline.

"‎Belanja online, ambil barangnya di toko juga (ritel offline). Jadi kita (ritel offline) masih akan terus berkembang. Tak perlu meratapi, kita bangkit dan bebenah. Pertumbuhan online harus kita sikapi dengan positif, agar toko kita mau didatangi oleh konsumen. Saya yakin offline terus maju, kalau online hanya saling menunjang saja," ucap Satria Hamid kepada Medcom.id, Selasa, 12 Juni 2018.

Dengan bebenah dan melakukan perubahan, tutur dia, Transmart Carrefour bisa ekspansi toko baru setiap tahunnya. Saat ini perusahaan telah membuka 22 toko sepanjang tahun ini. Total ada 112 toko Transmart Carrefour yang dimiliki perusahaan hingga saat ini.

"Di tengah industri ritel yang berguguran, justru kita buka toko terus. Karena, kita melakukan inovasi terus menerus. Kita ingin ekonomi dibantu oleh sektor ritel. Sektor ritel langsung mengarah ke konsumen, kalau konsumen lesu, maka berpengaruh besar ke ekonomi. Makanya ritel ingin jadi kendaraan untuk ekonomi," tegas Satria Hamid.

Di sisi lain, saat Ramadan dan Lebaran ‎tahun ini, angka penjualan telah naik lima kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.. Penjualan meningkat banyak disumbang oleh seluruh toko, baik unggulan maupun yang bukan unggulan.

"Ini sudah naik lima kali lipat penjualan. ‎Setiap Ramadan, perusahaan membidik 30 persen dari total penjualan tiap tahunnya.‎ Ramadan panen raya. Jadi kita memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin," jelas Satria Hamid.

Dihubungi terpisah, Head of Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Fernando Repi ‎mengatakan hal yang sama, peritel online tidak perlu ditakuti. Sebab, ritel offline dan online itu bekerja untuk saling melengkapi.

Ritel offline, ujar pria yang kerap disapa Nando ini mengaku, terus berkembang pesat karena adanya perubahan yang sangat signifikan dijalankan. Ketika tidak ada inovasi, baru ritel offline bisa dikalahkan dengan online.

"Di satu sisi offline juga bikin online. Saling melengkapi saja. Bahwa transaksi-transaksi itu, strategi merchandise, lalu menyiasati keinginan konsumen. Online juga sekarang sudah buat ritel offline. Jadi tidak perlu ditakutkan," tegas Nando.

Majunya ritel offline, tambah Nando karena banyaknya perusahaan sekelas Matahari, Transmart Carrefour, Hypermart, dan Superindo yang berekspansi ke Indonesia Timur.

"Matahari saja sudah bany‎ak membuka di Indonesia Timur, ada di Maluku dua toko, Ambon ada dua toko, Ternate ada satu toko, Papua kami punya dua toko, NTT ada dua toko, lalu NTB ada dua toko. Itu tandanya ritel offline masih akan terus maju untuk ke depannya," pungkas Nando.
(SAW)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RITEL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018