DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Analis Sebut Obligasi jadi Instrumen Investasi Tepat

Kautsar Widya Prabowo - 26 Mei 2018 12:31 wib
Ilustrasi (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id)

Jakarta: Perekonomian global yang tengah fluktuatif sekarang ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai instrumen investasi mana yang cocok dan memberikan imbal hasil menggiurkan. Adapun salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih dalam kondisi tidak menentu saat ini adalah obligasi atau surat utang.

Head Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menilai instrumen investasi berupa obligasi atau surat utang yang memiliki tenor lebih pendek cocok digunakan ketika terjadi kenaikan suku bunga acuan atau naiknya tingkat inflasi.

"Salah satu cara yang bisa digunakan adalah beriventasi di obligasi untuk tenor yang relatif lebih pendek," ungkap Handy Yunianto, di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat malam, 25 Mei 2018.

Saat ini, tambahnya, rata-rata investor membagi porsi investasi antara di pasar saham dengan di obligasi. Apabila investor menginginkan keuntungan lebih tinggi dan mampu menghadapi risiko serupa maka bisa memilih instrumen investasi berupa saham.



Sementara untuk obligasi, lanjutnya, juga menguntungkan karena imbal hasil yang ditawarkan menarik tapi tingkat risikonya tidak sebesar berinvestasi di instrumen saham. "Imbal hasil menarik buat investor, tapi nominal imbal hasil tergantung dari invenstor masing-masing," tuturnya.

Meski demikian, ia menilai, para investor harus melihat secara pasti ke mana arah tujuan investasi. Jangan sampai tujuannya hanya sekadar mengambil keuntungan lantaran terdapat risiko yang menghadang sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Karena itu, ia menyarankan dengan kondisi tidak menentu sekarang ini maka perlu berinvestasi secara bertahap yang tentunya dengan melihat perkembangan pasar. "Mungkin bertahap tidak bisa langsung besar. Tapi kita pantau kondisi pasar karena dinamikanya sangat cepat," pungkasnya.

 


(ABD)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INVESTASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MIKRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018